• Tugas, Bagian Skenario-Nya

373 Words
Azril POV Saat ini alhamdulillah aku sudah mendapat gelarku sebagai sarjana dan juga aku sudah mendapat pekerjaan tetap. Sudah setahun lebih waktu berlalu, sejak aku lulus kuliah. Kini aku sudah menjadi pengacara. Alhamdulillah Allah mempermudah jalanku untuk sukses. Dengan pekerjaanku sebagai pengacara tak jarang aku harus pergi ke luar kota guna menyelesaikan tugasku. Sudah setahun lebih aku tak berjumpa dengan gadis cantik bernama Ziya. Mungkin membingungkan. Aku pun tahu. Semenjak terakhir kali aku melihatnya di acara Maulidul Rosul yang diadakan kampus waktu itu. Aku tak bisa melupakan wajah cantiknya begitu saja. Aku tak bisa melupakan segala taqwa yang ada pada dirinya. Gadis cantik yang selalu menjaga imannya itu selalu hadir dalam lamunan kesedirianku. Entah bagaimana kabarnya, aku tak mengetahuinya. Dia gadis cantik, gadis unik, gadis ramah, gadis yang rela mendapat hukuman tambahan demi tetap memakai kaos kaki. Gadis yang sangat dicintai oleh keluarganya. Gadis yang bisa membuatku tersenyum hanya karena kata terima kasihnya. Gadis cantik yang tak pernah hilang bayangannya di benakku. Gadis cantik yang selalu hadir dalam mimpi indahku. Gadis cantik yang membuatku tanpa sadar telah menyebut namanya dalam do’a dan sujud malamku. Gadis cantik yang membuatku ingin sekali membuatnya halal untuk hidupku. Ziya gadis cantik dengan sejuta keimannanya yang telah menarik hatiku. Ah sudahlah, diabelum tentu yang dijodohkan denganku saat di Lauhul Mahfudz. Rasa pesimisku selalu muncul. Namun jika ia memang tidak menjadi qodarullah cintaku tapi mengapa bayangan selalu hadir dalam hidupku. Biarlah, biar hanya aku saja yang menyebut namanya dalam setiap sholat dan doaku. Siapa tau aku salah. Siapa tau dia memang jodoh yang telah di siapkan Allah untukku. Satu minggu lagi aku akan berangkat ke Ngawi guna menyelasaikan sebuah masalah. Masalah sengeketa tanah. Untuk saat ini aku masih di Malang menyelasaikan pekerjaanku di sini. Beberapa minggu ini memang banyak sekali kasus yang harus ku tangani mulai dari masalah perdata hingga pidana. Dan mingu depan aku harus menyeesaikan tanggung jawabku dalam kasus segketa ini. aku sudah berkomitmen untuk membantu orang menyelesaikan konfliknya. Namun tetap aku harus berada pada pihak yang benar. Aku tidak mau jika pekerjaanku yang menjadi pengacara ini malah membuat Allah benci padaku. Mungkin untuk menyelesaikan kasus ini aku akan berada di sana berhari-hari. Aku harus memahami konsekuensinya. Ya harus rela jauh dari keluarga selama berhari-hari.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD