Aku menunggu tranportasi umum. Namun tak ada satu pun transportasi umum yang lewat. Hampir 30 menit aku menunggu, tetap tak ada angkutan umum walau becak sekalipun. Jalanan depan kampus nampak lenggang. Tak biasanya seperti ini. biasanya baru beberapa menit aku menunggu angkutan sudah banyak yang datang untuk mencari penumpang. Aku melihat jalan raya lagi barang kali ada kendaraan umum yang lewat. Kuedarkan pandanganku ke kanan. Kulihat di sana ada 3 orang laki-laki yang tengah teler atau setengah mabuk. Perasaanku mulai tidak enak saat langkah ketiga orang tersebut semakin mendekat ke arahku.
“WEY!!!.ada cewek nih, hmm cantik juga.” Kata salah seorang laki-laki itu sambil melihat ku dari atas kepala sampai ujung kaki. Tatapannya seperti meneleti tubuhku.
“Hai neng cantik sendirian nih, mau enggak abang temenin.” Kata laki-laki lainnya. Aku dalam hati sudah muntah mendengar ucapan serta bau mulutnya. Ku pasang wajah tak peduli.
“Sok jual mahal banget sih, mau ya? temenin abang !” kata laki-laki yang pertama sambil berusaha mencolek daguku namun aku menghindar.
“Kalian mau apa? pergi jangan mendekat atau saya akan teriak!!!” ku kumpulkan keberanianku untuk mengencam mereka.
“Eits!! jahatnya neng cantik, coba aja teriak!! gak bakal ada yang denger. Ayolah neng ikut kita-kita !! kita nikmati hari yang indah ini.” kata pria pria lainnya.
“Enggak.......pergi kalian ......!!!” teriakku. Aku tak tahan dengan waktu seperti ini air mataku sudah bebas meluncur membasahi pipiku. 3 laki-laki mabuk itu tak kunjung pergi dari hadapanku. Bahkan mereka semakin berani akan mencolek daguku lagi. aku mundur menjauh. Akhirnya mereka sedikit lengah. Aku berlari menjauhi mereka. Mereka menyadari aku yang kabur. Lalu mereka mengejarku meski dengan langkah terhuyung kesana kemari. Meski dengan keadaan mabuk langkah mereka tetap cepat mengejarku. Heran giliran ada gadis yang mau dijamah aja cepat. Berlari sampai aku tak kuat lagi untuk berlari akhirnya aku kembali terkepung oleh mereka.
“Allah.....................................” batinku berteriak.
“Hayo mau kemana neng manis, sekarang enggak bisa kemana-mana.” Dengan wajah beringas mereka mendekat akan menerkamku layaknya singa yang akan menerkam mangsanya.
“Allah.......................,aku takut.......................hiks.” batinku menangis, berteriak ketakutan sambil mata terpejam. Air mata setia mengalir deras dari pelupuk mata. Saat mereka sudah semakin dekat denganku ada suara yang menghentikan langkah b***t mereka.
“Berhenti!! jauhi dia!!” kata suara itu. Orang yang bersuara itu langsung mendekat. Ternyat orang itu adalah lelaki ketua BEM yang waktu itu.
“WEY!! hahaha ada yang sok mau jadi jagoan nih. Ganggu aja kesenangan kita.” Kata pria yang dianggap sebagai pemimpin ketiga orang itu.
“Hemm, yoi bro....hajar aja bro.” kata pria lainnya. Kakak ketua BEM itu langsung memasang kuda-kuda berkelahi. Pria pertama maju langsung dihajar olehnya. Kemudian dua orang lainnya menyerangnya secara bersamaan dihajar lagi olehnya. Sampai akhirnya ketiga pria tadi menyerang kembali secara bersamaan dan kakak itu pun langsung mengahabisi ketiganya.
“Ampun mas!! ampun.” ucap mereka bertiga.
“Sana pergi ....jangan ganggu anak sini. Udah pada tua juga.....tobat sana.” Katanya. Aku masih speachles dengan peristiwa perkelahian barusan. Air mataku pun masih setia untuk jatuh membasahi pipi.