Ziya POV
1,5 tahun berlalu.....
Sejauh ini aku menikmati statusku sebagai mahasiswi Fakultas Tarbiyah. Semuanya Alhamdulillah dilancarkan oleh Allah saat kuliah ini. nilai pun dengan ridhonya alhamdulillah memuaskan. Mm ngomong-ngomong sebentar lagi aku akan disibukkan dengan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diadakan oleh kampusku. Dalm program ini mahasiswa seperti aku diwajibkan untuk meninggalkan kenyamanan rumah selama 2 bulan. Mengabdikan ilmu secara langsung di lingkungan masyarakat. Ok sebelum aku pergi KKN kita bahas hal ganjil pada hatiku. Aku merasa ada yang aneh pada hatiku. Entah mengapa sejak waktu aku sulit melupakannya. Ya waktu itu bisa di tebak waktu saat Kak Azril menolongku dari kejaran tiga orang preman. Saat itu aku yang benar-benar sedih dan shock atas kejadian yang menimpa dan ku alami. Bagaimana tidak? aku yang sudah mengenakan pakaian tertutup bahkan lekuk tubuhku pun tak terlihat ketiga preman itu masih saja akan merenggut kesucian serta kehormatan yang aku sejak baligh. Lantas bagaimana dengan wanita-wanita di luaran sana yang dengan sengaja memperlihatkan aurat serta lekuk tebuhnya secara gamblang. Bukan bermaksud menjudge mereka dengan pakaian terbukanya. Aku hanya memikirkan nasib para wanita. Aku berpikir, apa kami para wanita tercipta hanya untuk pemuas nafsu para pria saja? Apakah seperti itu tujuan Allah menciptakan wanita..? Tidakkah kami para wanita memiliki peranan yang lebih penting dari hanya sekedar pemuas nafsu para lelaki? sedih rasanya mengetahui fakta jika banyak wanita yang hanya menjadi pemuas nafsu belaka. Hampir aku berpikir apakah semua pria sama saja? apa mereka hanya melihat wanita dari lekuk tubuhnya? Benar memang aku tak menampik pria memiliki nafsu yang lebih besar dari wanita. Tapi apakah itu yang harus para wanita terima meskipun wanita itu sudah menutup auratnya. Aku hanya ingin wanita tak dilihat dari segi lekuk tubuhnya. Aku ingin wanita dilihat dari perannya. Namun berbeda, dengan yang ku lihat dari pribadi Kak Azril. Ku lihat dari sifat dan pribadinya lelaki itu tipikal lelaki yang mampu menempatkan nafsu di tempat yang tepat. Mengapa aku berucap seperti itu? jika Kak Azril bukan tipe pria yang ku sebutkan tadi dan jika Kak Azril tipikal pria yang sama dengan ketiga preman itu yang hanya mengandalkan nafsu, mungkin saat ini aku tidak akan utuh seperti ini. mungkin saat ini aku sudah menjadi korban pemuas nafsunya. Tapi tidak!! kenyataannya Kak Azril menolongku saat itu. Bahkan ia juga yang mengantarkanku pulang ke rumah. Dia yang mengantarku kembali pada dekapan abi dan bunda. Dia lelaki yang berbeda.
Saat mengucap terima kasih dan di balas pula olehnya entah kenapa ada gelenyar aneh yang merasuk di hatiku. Hatiku seakan tersenyum mendapat balasan terimakasih. Aku tak tau apa maksutnya. Aku tak pernah merasakan rasa aneh ini. Setelah Kak Azril pulang bayangannya yang menolong diriku tak henti berlalu lalang di pikiran dan benakku. Wajah dan dan senyum simpulnya terpatri dalam ingatanku. Hingga saat ini wajah dan senyum simpul itu pun tak henti terpikirkan di otakku. Sudah setahun lebih kejadian itu berlalu namun entah mengapa rasanya aku tak bisa melupakan segala tentangnya. Lalu saat otak kecilku mulai terlihat bayangan- bayangannya ku coba menempelkan tangan di dadaku. Merasakan detakan jantung saat semakin lama terputar bayangan itu semakin cepat kerjanya.
“Ada apa dengan hati dan perasaanku? apa ini? mengapa dengan jantung ini yang berdegup kencang?” hanya itu yang sering terucap saat bayangannya menari-nari di otakku. Aku tak bisa seperti ini terus. Aku harus berbagi. Aku harus tau jawabannya. Aku berpikir untuk berbagi pada orang terdekatku.
“Mm...apa ku tanyakan dengan bunda?”
“Ah tidak-tidak. Mm apa aku tanya Mas Tana saja, Ah ya tanya Mas Tana.” Kataku. Kubuka handphone canggihku kemudian mengirim chat padanya.
“Assalamu’alaikum masku sayang :D ......Ziya kangen sama mas, Skype ya....” ketikku lalu ku tekan tanda send.
“Wa’alaikum salam, adikku kembaranku, ok... :-D” Setelah itu kubuka Skype dan mendial nomornya Mas Tana. Tersambung dan kemudian aku dan Mas Tana vidcall (video call).
“Assalamu’alaium mas...gimana kabar mas disana...?”
“Wa’alaikum salam Zi, Alhamdulillah sehat wal’afiat tidak kurang satu pun. Kamu dan keluarga di sana juga gimana ?sehat-sehat kan..?”
“Ck....modelnya kayak orang mau pidato. Iya mas ...Alhamdulillah semuanya sehat kok, tapi....”
“Tapi opo Zi...??”
‘tapi hatiku yang endak sehat. Hatiku lagi aneh mas.’ Batinku berucap.
“Tapi opo Zi....? jangan bilang hatimu yang sakit.” Katanya. Deg.. Mas tana peka sama omonganku di hati.
“Ih..dasar peramal ulung...wkwwkw...” ucapku.
“Biarin..tapi benarkan...memangnya kenapa hatimu...?”
“Mmm...beberapa waktu lalu, waktu Zi pulang kampus. Mas Tau Zi hampir diperkosa sama 3 preman.”
“Ha...diperkosa..Ya Allah..kok bisa terus kamu endak diapa-apain kan..?”
“Ziya endak tau mas, tiba-tiba saja mereka datang terus ngepung ziya dan mau perkosa Ziya.” Kataku sambil mulai menitikkan air mata.
“Tapi Mas Tana tenang aja sebelum mereka sentuh Ziya, ada seseorang yang nolongin Ziya, Kak Azril namanya.”
“Alhamdulillah kalau gitu, lain kali kalo endak ada jadwal di kampus lagi langsung pulang. Kamu tau kan Zi, mas sama Affan endak akan selalu melindungi kamu 24 jam.”
“Iya mas, maafin Zi..ya. Janji bakal langsung pulang lain kali. Mm tapi?”
“Tapi apa lagi....ada yang mau kamu ceritakan ke aku Zi..?”
“Mm Zi endak tau harus cerita kayak gimana.” Kataku sambil menggaruk leher.
“Gak tau yaudah endak usah cerita.”
“Ih selalu deh...gak tau adiknya pingin cerita apa. Selalu sok cuek.”
“Hahaha ya udah cerita gih !!”
“Mmm mas sejak Zi ditolong sama Kak Azril, endak tau kenapa hati Zi jadi aneh gitu. Dan endak tau kenpa bayangan Kak Azril nolong Zi terus bayangan Kak Azril waktu jelasin ke abi sama bunda tentang kejadian itu selalu muncul terus. Zi selalu kebayang wajahnya. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta mas? Zi takut ini hanya nafsu setan yang mengajak Zi pada zina.”
“Zi, jatuh cinta itu hanya bisa dirasakan oleh manusia itu sendiri. Ya mungkin saja dari apa yang kamu rasakan itu adalah jatuh cinta. Serahkan semua rasa cintamu itu pada Allah biar tidak menjerumus pada zina.”
“Jika benar yang Ziya rasakan saat ini adalah jatuh cinta Ziya takut mas, Ziya takut.” Kataku.
“ Takut apa lagi Zi takut cinta itu akan jadi zina, memang semua cinta sebelum ikatan halal itu akan menjerumuskan pada zina, tapi kita bisa apa? kita hanya bisa mengarahkan cinta itu agar tak jadi zina. Mengarahkan cinta itu agar senantiasa berlabuh pada Allah Sang Maha Pemilik Cinta. Zi.., cinta itu fitrah. Cinta itu bisa datang kapan dan dimana saja. Cinta itu pun bisa mengarah kepada siapa saja. Memang jika cinta itu terkadang menakutkan. Namun jika cinta itu cinta yang semakin mendekatkanmu pada Allah, maka cinta itu tidak akan menakutkan seperti yang kamu pikirkan. Justru sebaliknya cinta itu akan membawa kebahagiaan dan keindahan pada kehidupannmu.”
“Hem..gitu ya mas hehe..”
“ya begitu, jadi kembaranku lagi jatuh cinta ?” goda Mas Tana di vidcall. Aku tersipu.
“Ih apa deh..” kataku mengelak.
“Cie..blushing hahaha....hem kayaknya bentar lagi dilangkahin aku..?”
“Apa sih langkah-langkahin, percuma mas orang ini hanya perasaan sepihak Ziya Kok. Lagian aku sama Kak Azril juga udah endak pernah ketemu lagi. Waktu terakhir ketemu itu pun saat Zi semester 3. Kita sama-sama disuruh jadi qori’ di acara Maulidul Rosul kampus.”
“Ooo qori’ to !!! biar aku tebak pasti kembaranku nangis waktu denger Kak Azril-Kak Azril itu ngelantunin tilawahnya.?”
“Ih endak kok, sok tau deh.”
“C’mon Zi, kita kembar jadi aku tau kamu pasti nangis waktu itu.” Tebaknya tepat.
“hem iya iya Mas tana bener deh..”
“Hahaha...terus sekarang dimana Ka Azril-Kak Azril itu ?”
“Mm endak tau mungkin lanjut S2, mungkin kerja atau mungkin udah nikah Zi endak tau.” Kataku yang disetejui dengan perubahan ekspresiku.
“kenapa ekspresinya berubah gitu?”
“endak-endak papa kok mas.”
“Yakin, Zi dengerin aku kalau memang kalian jodoh, Mas yakin Allah bakal mempersatukan kalian bagaimana pun caranya. Sejauh apapun kalian jika Allah memang sudah mentakdirkan kalian bersatu, maka tak ada alasan untuk kalian tidak bersatu. Tetap berdo’a minta yang terbaik sama Allah.”
“hem inggih mas, syukron yak.”
“Afwan kembaranku.”
“Ziya serahin semuanya sama Allah dan juga laki-laki di hidup Ziya buat masalah jodoh Ziya. Zi percaya sama abi dan Mas Tana. Ih kok jadi bahas ginian sih..”
“kamu yang duluan.”
“hem ya udahlah, oh ya mas ...Zi dua minggu lagi mau KKN.”
“yah dimana ? lama KKNnya ?”
“Ziya ditempatin di daerah barat provinsi Jatim. Sekitar Ngawi, ya lumayan lah mungkin sekitar 2 bulan Zi di sana. Do’ain ya mas biar semuanya lancar.”
“Iya mas selalu do’ain semuanya kok di sini. Udah dulu ya Zi..aku mau ngerjain tugas dosen ini biar cepet lulus.”
“hem ya udah deh, udah mau isya’ juga. Semangat masku yang ganteng, unyu-unyu.”
“Haha endak usah alay juga sih..” katanya sedang aku memanyunkan bibirku. “Ya udah Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikum salam.” Dengan itu berakhirlah vidcall antar aku dan Mas Tana.
♥♥♥♥