Mata-mata

1101 Words

PDA 31 . "Pa, aneh nggak sih Abian sama Aluna?" tanya Renata pada suaminya saat malam itu mereka sedang bersantai di ruang keluarga. "Aneh gimana, Ma?" Farhan bertanya balik. "Masa Aluna pergi nggak pamit gitu sama suaminya, cuma buat beli bubur?" Dahi Renata berkerut. Sejak kepulangannya pagi tadi dari rumah Aluna, ia merasa aneh dengan sikap anak menantunya. Wanita itu pulang dan ingin bercerita banyak hal pada sang suami, tapi Farhan sudah lebih dulu berangkat ke kantor hingga Renata hanya sempat bercerita lewat sambungan telepon. "Ya bisa jadi, Ma. Orang kalau lagi kepengen ya diusahain meskipun nunggu antrian," jawab Farhan. Sejenak ia menyeruput teh hangat yang baru saja dibawa oleh asisten rumah tangganya. Renata merasa tak puas dengan jawaban dan spekulasi dari suaminya. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD