PDA 32 . Abian memicingkan mata melihat nama papa yang memanggil di ponselnya. Seketika hatinya langsung tak karuan, karena tak mungkin papa menghubunginya malam-malam seperti ini jika tidak ada keperluan mendesak. "Halo, Pa?" ucap Abian saat itu telah menggeser ikon warna hijau di ponselnya. "Abian … Mama sesak lagi. Papa lagi perjalanan ke rumah sakit, kamu segera nyusul ya." Abian sejenak menahan napasnya. Matanya baru terbuka dengan sempurna dan ia malah mendapat kabar buruk tentang mamanya. Hatinya benar-benar tidak tenang untuk saat ini. Entah apa yang membuat penyakit sang mama kambuh. Padahal beberapa waktu lalu, ia terlihat baik-baik saja saat pergi bersama Aluna. Ia juga tak diizinkan mengerjakan pekerjaan apa pun di rumah. "Iya, Pa. Abian pergi sekarang!" Abian langsung m

