Uap tipis beraroma bawang putih tumis dan rempah segar membubung di dapur kediaman keluarga besar itu. Kaira bergerak dengan tenang, jemarinya yang lentik dengan cekatan menyusun potongan daging bumbu ke dalam wadah rantang baja tahan karat. Setiap gerakan dilakukan dengan presisi, memastikan tidak ada kuah yang terekspos ke pinggiran wadah. Kaira tahu betul, dalam rumah ini, kerapian adalah segalanya. Altair berdiri di dekat konter dapur, memerhatikan adik iparnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia jarang melihat wanita dari kalangan mereka yang mau berkutat dengan bumbu dapur di jam-jam sibuk seperti ini. “Aku minta tolong ya, Kak,” ucap Kaira lirih. Suaranya halus, namun ada ketegasan tersembunyi di sana. Ia menyerahkan rantang yang sudah tertutup rapat itu kepada Altair. “I

