Lantai marmer kediaman Alzahir terasa dingin saat Azlan melangkah masuk. Suasana rumah utama itu begitu sunyi, sebuah tanda bahwa jam makan siang telah usai dan para penghuninya sudah menarik diri ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Azlan mengembuskan napas panjang, merasa sedikit lega. Saat ini, hal terakhir yang ia inginkan adalah berpapasan dengan ibunya atau siapa pun yang akan menghujaninya dengan pertanyaan basa-basi. Ia menaiki tangga dengan langkah yang sengaja diringankan. Begitu sampai di depan pintu kamar utamanya, tangannya ragu sejenak di atas gagang pintu sebelum akhirnya memutarnya pelan. Cklek. Pintu terbuka tanpa suara. Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya adalah sosok Kaira yang sedang terlelap di atas ranjang besarnya. Tubuh mungil itu tampak s

