Erza dan Bianca masih saling menatap dan belum bicara. "sebenarnya perasaan apa ini? Kenapa aku seperti merasa ada sesuatu pada mata gadis ini?" Ujar dalam hati Erza. Lamunannya berakhir karna seseorang mengetuk pintu kamar Bianca. Dan Bianca pun menyahuti ketukan pintunya. "Ya," sahut Bianca. "Maaf, Nona. Anda di pangl Nyonya." Ujar pelayan itu. "Baik. Bianca akan segera kesana," jawab Bianca. Setelah mendapatkan jawaban, pelayan itu beranjak pergi dari kamar Bianca. Sedangkan gadis itu langsung pamit pada Erza. "Bianca ke kamar Nenek dulu. Jika kamu ingin bicara maka kamu bisa menunggu di sini, tapi jika tidak, terserah kamu." Ujar Bianca. Setelah mengatakan itu, Bianca pun beranjak pergi. Dia meninggalkan Erza sendirian di dalam kamarnya. Untuk beberapa saat, Erza hany

