Chapter 52

1018 Words

"apa kamu lapar?" Tanya Erza. "Hah?" jawab Bianca. "Apa kamu lapar?" Tanya Erza sekali lagi. Bianca pun tertegun mendengar Erza yang bertanya seperti itu padanya. Dia menatap Erza dengan tatapan yang tidak mengerti dengan sikap laki-laki itu yang tiba-tiba berubah. "Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?" Tanya Erza. "Tidak. Tidak ada, hanya saja ... Bianca merasa aneh saja melihat sikap Erza yang seperti ini," jawab Bianca. "Suatu hari nanti kamu akan terbiasa dengan sikapku yang seperti ini," ujar Erza. Gadis itu tertegun mendengar perkataan Erza. Dia pun mengangguk perlahan. "Sekarang basuh wajahmu, lalu makan malam." Ujar Erza. "Baiklah." jawab Bianca. Bianca pun beranjak dari tempat tidurnya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD