Chapter 46

1012 Words

"Buka pintunya!" Ujar orang yang ada di depan pintu. Dengan perasaan takut, gadis itu berjalan mendekati pintu. Kemudian dia membukakan pintunya. "Ke-kenapa kamu bisa sampai ada di sini?" Tanya Bianca dengan nada takut. "Tentu saja, karna gadis yang selalu saja merepotkan tiba-tiba kabur." jawabnya. Bianca pun terdiam, dia tidak menyahuti perkataan Erza karna dia merasa jika dirinya lah yang dimaksud. "Ada apa? Kenapa diam saja?" Tanya Erza. "Ti-tidak apa," jawab Bianca. "Rumah siapa ini?" Tanyanya. "Rumah kedua orang tua Bianca," jawab Bianca. "Oh ... Ternyata kamu punya rumah yang lain." Ujar Erza. "I-iya," jawab Bianca. Laki-laki itu pun melihat ke sekeliling ruangan itu, namun dia tidak berkata apa-apa. "Bagaimana kamu bisa tahu Bianca ada dimana?" Tanya Bianca.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD