Sepulang dari rumah orang tuanya Amara menimbang-nimbang pikirannya, nasihat yang telah diberikan oleh mereka begitu terasa melekat di benaknya. Tentang, urusan pekerjaannya. Mereka mengatakan tidak ingin mengganggu keputusan Amara untuk tetap bekerja, tetapi harus mengingat akan satu hal yaitu kuwajiban sebagai seorang istri yang mana melayani suami dengan baik lahir atau batin. “Kalau masalah tentang pekerjaan rumah, ada pembokat lo yang gantiin tugas, makan, pakaian, bersih-bersih lo udah nggak tau urusan lagi. Tapi kalau urusan ranjang? Lo mau cari orang juga buat puasin suami, cuma demi kerjaan lo di klinik kecantikan yang gajinya nggak seberapa. Ibaratkan nih, Arkha bisa gantiin gaji sebulan lo itu buat sehari uang jajan.” Bahkan Selly temannya kini ikut mendukung dirinya untuk b

