Di pagi hari, jantung Amara berdebar tidak karuan saat tangan Arkha menyusuri rambutnya kemudian menyingkap ke sisi sebelahnya. Sehingga mengekspos leher jenjang Amara yang sedang tertunduk malu sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah merekah. Arkha mengangsurkan cuping hidungnya menyusuri setiap senti tulang selangka leher sampai ke pundak. Aroma parfum ekstrak buah-buahan itu begitu menyegarkan sehingga membuat Arkha menghirup dalam-dalam. Tanpa sadar membuat tubuh Amara menegang, merasakan dan menikmati sentuhannya. Dua kelopak mata dihiasi bulu lentik itu saling terpejam. Demi apa, Amara sangat suka dengan diperlakukan lembut seperti ini. Tidak ada penolakan, deru napas suaminya seperti bisa menembus jantung dan membuat berpacu memompa aliran darah dengan cepat. Arkha mem

