Mengonfrontasi Perasaan

2033 Words

Arkha merangkul tubuh Amara kuat, tak apa jika kini istrinya itu meronta mencoba melepaskan diri, seiring tangan yang mengepal memukul-mukul dadanya. Hal itu tidak menyakitkan sebab Amara kini masih terpengaruh alkohol dan dalam keadaan belum sadar sepenuhnya. Meskipun ia memukul, itu terasa menggelitik bagi Arkha. Tidak mengurangi rengkuhannya untuk menghilangkan rasa bersalah yang menggumpal dalam benaknya. Walau, tidak akan mengurangi sepenuhnya, tetapi setidaknya ia kini bisa mendengar keluh kesah Amara. "Hidup aku sama kamu itu serasa nggak ada harganya sama sekali tau nggak, Kha? Kamu selalu maksain kemauan, tanpa mikirin apa yang harus aku tanggung resiko di belakang." Arkha tak ingin membalas perkataan Amara sedikit pun. Ia ingin membiarkan perempuan ini bicara mengungkapkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD