Cuma Sekedar Telepon

2334 Words

Intinya apa yang dilakukan oleh Kafeel selalu salah di mata Arkha, mau apa pun bahkan walau Kafeel hanya berkedip mata di hadapan Amara, Arkha akan menganggapnya sedang menggoda istrinya. Kafeel sudah cukup diam selama ini, tapi Arkha terus saja mengusik. Alih-alih mengucapkan terima kasih lelaki itu justru menyudutkan dirinya degan tuduhan yang tak masuk akal. Untung saja Kafeel menyadari situasi bisa mengendalikan emosinya yang hampir saja menggelegar karena ucapan Arkha. Ditambah lagi beruntung di sana ada Wildani melerai perkelahian mereka, kalau tidak mungkin Kafeel sudah memukul Arkha babak belur sebab tidak bisa menjaga ucapannya. “Arg! Berengsek lo Arkha!” Suara Kafeel menggema di dalam ruangan olahragarumahnya itu, Kafeel memukul samsak tanpa memamaki sarung tinju untuk melu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD