Mundur Dari Kerajaan

1559 Words

Wajah semua karyawan di klinik beauty, tempat Amara bekerja tampak murung sedih. Di jam makan siang mereka terlihat tidak berselera memakan makanan dari Dokter Naessa yang dibeli dari salah satu restoran padang keluarganya. Padahal jika menu itu mereka biasanya memakan dengan lahap sampai tidak peduli jika ada orang lewat jungkir balik pun. Wini meletakkan sendok di samping kotak makan yang sudah satu sendok suap ia kunyah, begitu pun dengan teman-teman lainnya. Tatapan empat karyawan klinik itu terarah pada Amara yang duduk di paling ujung. “Apa sudah nggak bisa dipertimbangkan lagi, Ra?” tanya Wini. “Iya, Ra, sayang banget kalau kamu harus keluar dari sini, nasib keluarga kamu gimana? Om Rivky butuh obat, Amira juga butuh biaya untuk menyelesaikan kuliahnya,” timpal Nita yang duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD