Amara terus saja menepuk dahinya sendiri sampai berulang-ulang kali. Bagaimana dia bisa telah melupakan Arkha yang sebelumnya membelikan dia minum dengan jalan kaki. Tapi sekarang apa? Setelah pelecehan terjadi padanya Amara melupakan segalanya. Hal yang dia rasakan hanya ingin segera cepat pulang dan sampai ke rumah. Namun bagaimana dengan suaminya itu sekarang? Bahkan sampai satu jam Amara kembali ke rumah lelaki itu belum juga kunjung kembali, hingga membuatnya khawatir memutuskan untuk menghubungi papi Erick. Meminta tolong supaya sopir mertuanya itu untuk menjemput sang suami. Pun sama sampai saat ini belum kembali, entah ke mana perginya mereka. Hingga Mbak Sani mengetuk pintu kamarnya mengatakan kalau ada mobil papi mertuanya datang. Tanpa banyak bicara Amara segera belari den

