Kafeel menahan kelopak mata yang hampir saja tertutup rapat karena mengantuk, ia menggeleng mencoba menepis rasa benar-benar berat menyerang dirinya. Terlebih hawa malam ini begitu terasa dingin, membuat suasana semakin mendukung untuk dirinya tertidur. Satu tangan fokus menyetir sebelahnya lagi terulur untuk mengambil minuman berada di sampingnya. Ia mencoba menghilangkan kantuk dengan menenggak air putih tanpa mengurangi pandangannya lurus ke depan. Mengganti refresnsi musik yang sejak tadi menemani dirinya sepanjang setengah jam perjalanan, dari yang sebelumnya musik mellow kini diubah menjadi musik dangdut masa kini. Sedikit berkurang. Meski pun sesekali ia menutup mulutnya dengan tangan mengepal karena mengantuk. Namun, secara bersamaan ia menoleh ke kiri melihat ada dua orang

