"Aak!" David memundurkan wajah lebamnya dari bungkusan es yang Jae tempelkan. Sedangkan kedua tangannya tidak lepas dari pinggang Jae yang duduk mereka berdampingan. "Tahan sebentar, jangan bergerak." Perintah Jae dengan tangannya yang bebas menahan wajah David. "Maafkan Nenek, jangan salahkan Nenek karena suamimu menggunakan pakaian serba hitam seperti penguntit yang dikatakan Kakek sebelumnya selalu mengikutimu." Nenek Yuju mendekati Jae dan David membawakan potongan es lebih banyak untuk punggung dan lengan David yang sepertinya ikut lebam. Bukan hanya ibu-ibu tapi nenek-nenek juga selalu benar. Tidak mau menjadi tersangka. "Kau selalu seperti itu, sayang. Meminta maaf selalu dengan alasan dibelakangnya." Ucap Kakek Yuju. Beliau baru datang setelah David dibawa masuk ke dalam rumah.

