Maaf

2020 Words

Secara perlahan David menutup pintu setelah menidurkan Joe yang sempat terbangun. Ia berjalan menuju suite roomnya yang kosong. Sesampai di depan pintu kamar, David terpenjat karena seseorang tiba-tiba memanggil. "Chanyeol," David mengenal suara itu. Ia pun menoleh ke belakang, ternyata benar itu suara sang Ayah, Tuan Sungjin. *** "Kau ingin minum?" tawar Sungjin. "Tidak, aku sudah cukup banyak minum hari ini. Ayah tidak tidur?” Mereka berdua sedang berada di bar hotel duduk berdampingan karena ajakan Sungjin. Mau tidak mau David terpaksa menerima, padahal tubuhnya sangat lelah seharian penuh tidak ada jeda untuk beristirahat. Ini kali pertama Sungjin mengajaknya bicara lagi setelah pembicaraan mereka beberapa bulan yang lalu saat David masih berstatus duda. "Ibumu mengusir aku d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD