Emosi

3098 Words

Udara segar dipagi weekend membuat siapapun akan menarik selimut untuk kembali ke alam mimpi. Hal itu Jae manfaatkan untuk memberanikan diri keluar kamar menuju dapur sambil mengikat rambutnya asal. Ia berencana membuat sesuatu untuk suami dan Putranya yang masih terlelap. Karena masih jam 6 pagi, Jae yakin belum ada yang bangun saat ini. Jadi ia bisa leluasa memasak di dapur. Ia hanya merasa tidak enak pada David yang harus berendam di malam hari karena tadi malam ia gagal melaksanakan terapi menghilangkan traumanya. Jangan tanya siapa yang menggagalkannya, Ibu mertua serta Putra kecil mereka yang memanggilnya dari luar kamar untuk turun makan malam. Tentu saja mereka menghentikan. Jujur saja Jae merasa lega menghentikan kegiatan yang masih menakutkan baginya itu. Tapi setelah melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD