Meeting pun telah usai, Samuel telah menutup meeting hari ini. Setelahnya Devan pun keluar dari ruang meeting disusul oleh Samuel, Sekar memperhatikan Devan yang terus bersikap cuek terhadap dirinya. Bahkan Samuel pun merasa aneh dengan sahabatnya ini, kenapa tumben sekali dia tidak memperhatikan Sekar, bahkan bisa sampai secuek dan sedingin itu. Apa sampai sini saja perjuangan Devan untuk mendapatkan maaf dari Sekar atas apa yang telah terjadi di masa lalu. "Kita harus menyiapkan promosi terbaik dan menarik untuk produk ini, karena bisa dipastikan esok atau lusa produk ini akan lounching!" Ucap Bu Winda kepada Sekar begitu keduanya tengah berjalan keluar dari ruang meeting. Bu Winda melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Sudah pukul 14.35, sepertinya kita akan membutuhka

