bc

Ex Husband

book_age16+
13.6K
FOLLOW
69.1K
READ
second chance
CEO
bxg
others
selfish
stubborn
sacrifice
Neglected
like
intro-logo
Blurb

Perjodohan yang terjadi antara Sekar dan Devan membuat Sekar harus menjadi seorang single parents di usianya yang masih muda, Devan mengajukan surat gugatan cerai dan mau tidak mau Sekar harus menandatanganinya. Di saat yang bersamaan Sekar sedang mengandung anak dari Devan, saat Sekar akan memberitahukan kabar bahagia itu Devan justru memberikannya kejutan terlebih dahulu dengan memberikan surat gugatan cerai. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

chap-preview
Free preview
Ex Husband 1
“Gue berangkat ya, Lan” pamit Sekar kepada sahabatnya Wulan. “Hati-hati ya kalian, gue pasti kangen banget sama kalian apa lagi sama Galaxy” ucap sendu Wulan, kala sahabatnya akan berangkat ke Jakarta bersama dengan anaknya Galaxy.  Karena Sekar yang dipindah tugaskan dari kantor cabang di Bandung menjadi ke kantor pusat di Jakarta, sebenarnya Sekar pun sangat berat untuk meninggalkan kota Kembang, karena sudah hampir lima tahun dia tinggal di kota Kembang ini. “Gala!” Panggil Wulan dengan merentangkan keduan tangannya lalu berhambur memeluk Galaxy, yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendri, karena sedari masih dalam kandungan, hingga lahiran dan sampai umur Galaxy yang akan menginjak di angka lima tahun ini mereka terus bersama-sama. “Aunty, pasti kangen banget sama Gala!” Lirih Wulan kala dirinya memeluk tubuh mungil Galaxy, lalu beralih mencium pipi gembul Galaxy. “Gala juga pasti tanen (kangen) sama Aunty Ulan” jawab Galaxy dengan gaya bicaranya yang masih belum fasih dalam pengucapan setiap kata-katanya. “Aunty baik-baik ya dicini, nanti aku teleponin Aunty terus” ucap Galaxy. “Iya dong harus itu, Gala harus teleponin Aunty terus!” Sahut Wulan dengan senyum yang menggembang di wajahnya. “Kita berangkat sekarang sayang!” Ajak Sekar dan di angguki oleh Wulan.  Wulan pun ikut mengantarkan sahabatnya ini sampai masuk ke dalam mobil Anrez. Ya, Anrez yang menjemput Sekar juga Galaxy ke Bandung, meskipun Anrez sudah tinggal di Jakarta selama hampir 2 tahun, namun mereka terus melakukan komunikasi terutama dengan Galaxy, karena Galaxy sudah menganggap Anrez itu Ayahnya dan sampai anak laki-laki itu memanggil Anrez dengan sebutan Ayah.  “Jangan ngebut-ngebut loh Kak Anrez bawa mobilnya!” Pesan Wulan dari luar dan di acungi jempol oleh Anrez sebagai jawaban.  “Dadah Aunty Ulan!” Pamit Galaxy dengan tangan yang dia lambaikan dan di balas lambaian tangan oleh Wulan.  “Dadah Gala!” Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah kecil milik Wulan.  Hampir kurang lebih empat jam mereka menempuh perjalanan antara Bandung dan Jakarta, kini mobil Range Rover Sport 3.0 HSE berwarna hitam masuk ke halaman sebuah kos-kosan yang sudah Sekar sewa sebagai tempat tinggalnya selama bekerja di Jakarta. Anrez keluar dari mobil bersamaan dengan Sekar yang tengah menggendong Galaxy, nampaknya anak laki-laki sudah terlelap dalam pangkuan sang Ibu.  Anrez pun mengambil alih Galaxy dari gendongan Sekar, dan menggendong anak laki-laki itu. Sekar membukakan pintu kosannya, Anrez pun langsung membawa galaxy untuk tertidur di atas kasur lantai, karena Sekar belum membeli barang-barang untuk di kosannya ini. “Kamu yakin mau langsung tidur disini?” Tanya Anrez meyakinkan karena melihat keadaan kosan Sekar yang masih kosong tanpa ada barang seperti lemari, tempat tidur, kursi, televisi. Sekar tersenyum. “Gak apa-apa kok Kak, kan besok kita langsung belanja juga kan, aku sudah banyak repotin Kak Anrez” ujar Sekar, karena Anrez yang selalu ada di sampingnya menemaninya bersama dengan Wulan. Anrez pun tidak bisa berbicara banyak lagi, “ya sudah, besok aku jemput kalian jam 9 pagi ya!”  Dan lagi Sekar tersenyum sangat manis sebagai jawabannya dengan kepala yang wanita itu anggukan. “Makasih banyak ya Kak, untuk hari ini” “Sama-sama, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, ok!” “Siap!”  “Aku pamit ya!” “Hati-hati di jalannya Kak” pesan Sekar dan Anrez pun mebgukir senyumannya sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kosan Sekar.  Hari ini Sekar pun berbelanja barang yang dia butuhkan di kosan, seperti tempat tidur, lemari pakaian untuk dia dan juga Galaxy, televisi juga, karena Galaxy pasti akan merasa bosan jika tidak ada televisi, barang-barang untuk di dapur, dan masih banyak lagi barang-barang lainnya yang harus Sekar beli untuk kebutuhan di kosannya.  Beruntung kosan yang Sekar tempati memiliki dua kamar tidur dengan ukuran yang memang tidak terlalu besar, jadi Galaxy bisa memiliki kamar tidurnya sendiri, dengan setia Anrez menemani Sekar berbelanja mencari kebutuhan untuk Sekar juga Galaxy. Anrez menggenggam tangan mungil Galaxy karena takut jika anak laki-laki itu akan hilang di mall besar ini, sebagai seoran Ayah dia harus sigap menjaga anaknya, meskipun bukan anak kandungnya sendiri.  Setelah lama berkeliling hampir setengah hari mereka berkeliling hingga Galaxy sudah tertidur di gendongan Anrez, kini mereka pun menuju sebuah tempat makan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan meminta untuk di isi makanan. Dan untuk barang-barang yang sudah Sekar beri tadi akan di kirimkan langsung ke alamat yang sudah Sekar berikan. “Maaf aku repotin Kak Anrez lagi?” Ujar Sekar, membuat Anrez menghelakan nafasnya merasa bosan dengan Sekar yang terus menerus meminta maaf dan selalu merasa tidak enak kepada dirinya. “Kamu kalau terus minat maaf dan merasa gak enak sama aku, aku benar marah ya sama kamu!” Ancam Anrez membuat Sekar tersenyum mendengarnya. Ya, bukannya Sekar tidak tahu jika Anrez akan marah kalau dirinya terus merasa tidak enak dan juga meminta maaf, tetapi tetap saja Sekar selalu meminta maaf juga merasa tidak enakan terhadap Anrez yang sudah sangat banyak membantu dirinya. Galaxy yang sudah terbangun pun meminta di belikan ice cream kepada Anrez yang selalu dia panggil Ayah. “Ayah, aku mau ice cream coklat” ucap Gala yang nampaknya sudah sadar sepenuhnya. Anrez dan Sekar pun menatap Galaxy secara bersamaan. “Gala mau ice cream, iya?” Goda Anrez, kepala anka laki-laki itu pun mengangguk. “Ayok, kita beli ice cream habis gitu makan siang ya, tapi janji Gala harus makan yang banyak nanti, ok!” Ujar Anrez, Galaxy pun mengangkat ibu jarinya sebagai tanda bahwa dia setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Anrez. Jika melihat sekilas mereka nampak seperti keluarga kecil yang bahagia, begitu serasi, juga indah di lihatnya karena mereka yang selalu harmonis dan begitu bahagia. “Satu bonus ice cream untuk Mamanya!” Kata si penjual Ice cream seraya menyerahkan satu ice cream cone rasa strawberry kepada Sekar. Anrez dan Sekar pun saling menatap satu sama lain, berbeda dengan Galaxy yang sudah asik dengan ice cream coklat yang tengah terduduk di atas kursi samping kedai ice cream ini. “O, ya. Terimakasih banyak Mas!” Ucap Sekar seraya mengambil ice creamnya. Anrez dan Sekar pun menghampiri Galaxy dengan senyum yang tertahan dari bibir mereka masiang-masing. “Sepertinya kita cocok jadi keluarga kecil yang berbahagia ya” canda Anrez seraya menikmati ice cream vanillanya, namun penuh harap dari balik candaannya itu. Sekar tersenyum menanggapi perkataan Anrez, Sekar tahu Anrez hanya bercanda dengan perkataannya barusan, jadi wanita itu tidak menanggapinya terlalu serius, karena Anrez sendiri pun tidak pernah mengunggkapkan perasaannya kepada Sekar, dia tahu Sekar masih trauma atas pernikahannya yang gagal beberapa tahun lalu. Anrez pun menghormati itu. **

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
222.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
21.5K
bc

TERNODA

read
203.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.6K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook