Devan masih terdiam berdiri seorang diri di ruangan Samuel, namun tidak lama kemudian Samuel masuk ke dalam setelah pria itu melihat Sekar yang keluar lebih dahulu dari ruangannya. Samuel sudah memiliki perasaan yang tidak baik ketika melihat Sekar seperti terburu-buru keluar dari ruangannya. Dan benar saja, saat Samuel tiba di dalam Devan tengah berdiri dengan tatapan yang kosong ke depan sana. Perlahan Samuel berjalan mendekati sahabatnya itu, namun sebelumnya Samuel mengambil minuman dingin di dalam kulkas mini yang berada di ruangannya ini. Memberikan satu kaleng minuman itu kepada Devan, lalu setelahnya Samuel berjalan menuju sofa yang ada di ruangannya ini. "Minum, siapa tahu bisa membuat pikiran dan hati lo lebih dingin" ucap Samuel kala melihat minuman yang dia berikan masih di

