Sekar menatap dalam-dalam wajah tampan sang putra yang sudah terlelap dalam tidurnya, mengusap surai hitamnya dengan penuh kelembutan, entah mengapa perasaan Sekar menjadi lebih melow ketika melihat wajah sang putra. Apalagi jika teringat semua perlakuan Devan yang tak lain adalah Ayah kandung dari Galaxy. Banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dalam benak Sekar. Hembusan nafas lelah pun Sekar keluarkan, setelahnya dia mencium kening sang putra cukup lama dan penuh dengan kasih sayang, serta cinta seorang Ibu terhadap putra satu-satunya ini. Sekar pun bergegas keluar dari kamar Galaxy, tak lupa dia mematikan lampu utama kamar sang putra dan menggantikannya dengan lampu tidur. Sekar berjalan menuju dapur untuk membuat satu gelas teh hangat untuk menemani malam yang cukup dingin ini. Se

