Tawaran

2228 Words

Ardi menghela napas panjang. Sejenak, matanya menatap Shenzy dengan sorot yang sulit diartikan—campuran antara lelah, kecewa, dan sesuatu yang lebih dalam yang belum sempat ia ungkapkan. "Kamu nggak inget?" tanyanya, suaranya terdengar datar, tapi ada sedikit ketegangan di sana. Shenzy menggigit bibirnya, berusaha mengumpulkan pecahan ingatan yang terserak di kepalanya. Ia ingat Ardi, ingat bagaimana mereka duduk berdua di bar, ingat bagaimana tangannya ditarik ke lantai dansa, ingat tawa mereka yang terasa lepas… tapi setelah itu? Kosong. "Aku… I don’t know," akhirnya ia menjawab, suaranya nyaris seperti bisikan. Ardi menatapnya dalam, seolah mencari sesuatu di balik mata Shenzy—entah kesadaran, penyesalan, atau mungkin hanya sekadar pengakuan bahwa gadis itu benar-benar tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD