Shenzy mengabaikan semua kata-kata Muammar. Sudah berapa kali sih sepupunya itu mengomel? Mungkin sejak mereka tiba di vila ini tadi pagi? Ah, bukan. Bahkan sebelum berangkat pun, Muammar sudah ribut mengingatkan soal aturan tidak tertulis yang harus mereka jaga di sini. "Jaga pakaian kau tu, Zen. Kau tahu kan kita cuma bertiga kat sini? Jangan sembarangan!" Tapi, apa Shenzy peduli? Tidak sama sekali. Sejak awal, dia memang punya rencana tersendiri. Ia ingin melihat seberapa jauh Athaya akan bereaksi terhadapnya. Apakah laki-laki itu benar-benar peduli? Apakah dia benar-benar punya perasaan? Atau selama ini hanya pura-pura tidak peduli? Atau rasa itu telah hilang? Shenzy sudah cukup lelah menjadi satu-satunya yang menunjukkan ketertarikan. Selama ini, hanya dia yang berani bertindak le

