Bagian 13: Sebuah Bidak Pandangan mata Li Hua tidak sekalipun berkedip, beberapa hari ini dia terlihat sering melamun sendirian di depan halaman rumahnya. Gairah hidupnya seperti lepas begitu saja dari raganya. Selama itu pula Li Hua tidak menginjakkan kakinya keluar dari paviliun. Kondisi seperti ini membuat Zhang Zhilin yang terus memperhatikannya menjadi cemas. Segala hal telah dicoba oleh Zhang Zhilin, mulai mengajak Li Hua berbicara, menceritakan lelucon dan segalanya, tapi reaksi Li Hua tidak ubahnya seperti patung yang hidup. Hanya sesekali tersenyum, mengangguk, dan lebih sering hanya mengiyakan apa yang diucapkan oleh Zhang Zhilin. Sementara itu Li Hua yang selalu tenggelam dalam pikirannya itu, terus menerus memikirkan apa yang akan terjadi pada Pangeran Yuan Shen setelah ini.

