Part 10. Memilih Naura

1001 Words
Kondisi kehamilan Naura cukup lemah. Dia kerap mengalami mual hingga muntah. Seperti pagi ini, sudah tiga kali dia bolak-balik ke kamar mandi. Wajahnya sampai terlihat pucat dengan keringat bercucuran. Tubuhnya pun sampai bergetar. "Apa kita ke rumah sakit saja?" tanya Alex yang terlihat sudah siap untuk berangkat ke perusahaan. "Tak perlu, Tuan. Ini reaksi pada kehamilan trimester pertama. Memang pada umumnya seperti ini," jawab Naura. "Ya sudah, kalau memang mau kamu seperti itu. Aku berangkat bekerja dulu ya. Jika kamu sudah tak tahan lagi, segera hubungi aku! Ya sudah, lebih baik sekarang kamu beristirahat dahulu. Aku akan meminta pelayan, untuk mengantarkan makanan ke kamar," ucap Alex perhatian. Naura menyadarinya, kalau bentuk perhatian Alex kepadanya hanya karena dia sedang mengandung benihnya. Bukan semata-mata Alex mencintai dirinya. Alex sudah pergi meninggalkan Mansion, menuju perusahaannya. Dia menjadi tak tega mengingat kondisi Naura yang mengalami mabuk parah, karena mengandung benihnya. "Laura? Untuk apa kamu datang ke sini pagi-pagi?" tegur Alex. Dia terkejut, saat melihat Laura sudah berada di ruangannya. "Aku tak mau membatalkan pernikahan kita. Apa kamu tega membuat aku malu? Aku mencintai kamu, Al. Aku mohon, jangan tinggalkan aku," ucap Laura dengan ekspresi wajah sedih. Dia hendak memeluk Alex. Namun, Alex langsung mendorongnya. "Maafkan aku La, aku tak bisa. Aku tak mungkin meninggalkan Naura. Dia sedang hamil anakku. Aku rasa, hubungan kita sampai di sini saja. Mungkin, kita memang tak pernah berjodoh," sahut Alex. Laura mengepalkan tangannya, merasa tak terima. Dia tak terima Alex lebih memilih Naura yang hanyalah seorang pelayan di Mansion Alex. "Apa kamu tak sadar, siapa dia? Dia hanya pelayan di Mansion kamu. Wanita itu tak pantas denganmu. Mami kamu pun tak menyukai dia. Apa kamu ingin menjadi anak durhaka, karena lebih memilih wanita itu daripada mami kamu?" Ujar Laura. "Cukup! Aku tak ingin kamu ikut campur dengan urusanku. Dalam hal ini aku yang akan menjalaninya. Aku yang berhak menentukan siapa yang aku pilih jadi istriku," jawab Alex tegas. "Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini! Aku ada meeting dengan klien. Mulai hari ini lupakan aku." Alex mengusir Laura dari perusahaannya. Dengan perasaan kesal, Laura akhirnya pergi meninggalkan Alex. Dia berjanji dalam hati, akan menghancurkan rumah tangga Alex dengan Naura. Laura berniat mendatangi Mami Berliana, untuk membicarakan tentang hubungannya dengan Alex. Meskipun dia belum tahu perasaan hatinya saat ini. Alex tetap memilih Naura. Paling tidak, sampai kedua anaknya terlahir ke dunia. Laura baru saja sampai di kediaman Mami Berliana. Mendengar ada tamu yang datang bernama Laura dari pelayannya, Mami Berliana begitu bersemangat. Dia langsung menghampiri Laura. "Mami ... Alex, Mi." Laura menunjukkan sikap sedihnya. Dia juga langsung memeluk tubuh Mami Berliana, berpura-pura meluapkan kesedihannya. Hal itu membuat Mami Berliana menjadi semakin tak tega kepada Laura. "Aku mencintai Alex, Mi. Tapi, dia lebih memilih wanita kampung itu. Alex juga tadi mengusir aku dari perusahaannya," ungkap Laura diiringi isak tangis. Mami Berliana merasa geram mendengarnya. Dia semakin membenci Naura, karena sudah merebut Alex darinya. "Kita harus buat wanita itu kehilangan bayi dalam kandungannya. Dengan seperti itu, Alex pasti terlepas darinya. Gimana menurut kamu?" Mami Berliana berkata kepada Laura. Laura merasa bahagia, dalam hatinya. Karena berhasil membuat Mami Berliana semakin membenci Naura. "Ide yang bagus, Mi. Dengan seperti itu. Alex tak akan terikat lagi dengannya," jawab Mami Berliana. Mereka bergegas ingin menemui Naura di Mansion Alex, sebelum Alex kembali. Mereka berniat membawa Naura pergi meninggalkan Mansion. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Mansion Alex. "Semoga saja Alex tak pulang cepat," ucap Mami Berliana. Mereka sudah sampai di Mansion Alex. Alangkah terkejutnya mereka, saat mendapat penolakan dari penjaga Mansion. Mami Berliana dan Laura tak diperbolehkan masuk. "Berani sekali kamu melarang saya untuk masuk. Saya ini ibu dari majikan kamu," ucap Mami Berliana ketus. "Maaf Nyonya besar. Saya seperti ini, karena perintah dari Tuan Alex. Demi keamanan Nyonya Naura, tak ada satu orangpun yang diperbolehkan masuk ke dalam Mansion. termasuk Nyonya besar. Asal Nyonya besar tahu, Nyonya Naura pun tak diperbolehkan keluar dari Mansion tanpa seizin Tuan Alex. Tuan Alex tak ingin kehilangan Nyonya Naura lagi. Sebaiknya, Nyonya besar hubungi Tuan Alex dulu," jelas sang penjaga. "Sial, Alex begitu melindungi wanita miskin itu. Sampai-sampai, ibunya sendiri tak diperbolehkan masuk ke Mansionnya. Sungguh keterlaluan. Dia benar-benar sudah dibutakan oleh wanita miskin. Awas saja! Aku akan merebut Alex dari wanita miskin itu. Sampai kapanpun, aku tak akan menerima dia menjadi bagian keluargaku." Mami Berliana berkata dalam hati dan mengepalkan tangannya. Hatinya terasa panas. Baru kali ini dia diperlakukan anaknya seperti ini. Dengan perasaan kesal, akhirnya Mami Berliana naik mobil kembali. "Mi, kenapa kita pergi kembali?" tanya Laura. "Apa penjelasan dari penjaga belum cukup kamu pahami? Kita tak mungkin bisa menemui Naura. Kalaupun Mami menghubungi Alex, dia pasti tak akan mengizinkan kita untuk masuk tanpa ada dia. Satu-satunya cara, kita harus menyuap salah seorang pelayan di Mansionnya untuk membantu kita. Kita berikan obat peluntur kandungan, agar wanita kampung itu keguguran," jawab Mami Berliana. "Iya, tapi siapa orangnya, Mi? Siapa yang bisa membantu kita?" Laura berkata kembali. "Nanti mami coba bicara dulu. Semoga saja dia bisa membantu kita. Dia pun harus hati-hati. Jangan sampai Alex tahu rencana kita. Sekarang, biarkan saja dulu! Setelah Alex lengah, barulah kita buat wanita itu keguguran," jelas Mami Berliana. Laura mengiyakan, meskipun sebenarnya dia belum sepenuhnya menerimanya. Dia ingin secepatnya Naura keguguran. Jangan sampai kandungan Naura semakin membesar. Alex baru saja sampai di Mansion. Pikirannya hari ini tak karuan. Sang penjaga langsung menceritakan kepadanya, tentang kedatangan Mami Berliana tadi bersama Laura. "Pasti Mami berniat buruk kepada Naura. Keterlaluan mami. Bukannya menerima Naura, dia justru membela Laura," ucap Alex geram. "Lakukan penjagaan ketat! Jangan sampai mereka masuk ke Mansion!" titah Alex. Bukan hanya berpesan kepada sang penjaga saja, Alex juga memanggil Leticia untuk menjaga Naura dengan baik. "Saya minta kamu lebih memperhatikan Nyonya Naura. Saya khawatir, akan ada yang berkhianat dengan mami saya. Selama saya tak ada, tolong pantau terus Nyonya Naura! Bisa saja mami saya bekerja sama dengan orang dalam, untuk melenyapkan bayi yang dikandung Nyonya Naura saat ini. Dia tak menginginkan kedua anak yang dikandung Nyonya Naura saat ini," jelas Alex dan Leticia mengiyakan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD