Sepertinya, Naura lupa kalau dia berhubungan dengan siapa. Alex bukanlah orang sembarangan. Dia bisa melakukan apapun, termasuk menemukan keberadaan dia. Setelah dua bulan Naura pergi meninggalkan dirinya, hari ini dia dikabarkan orang suruhannya sudah berhasil menemukan Naura.
"Akhirnya, aku menemukan kelinciku."
Banyak hal yang Alex rasakan, setelah Naura pergi dari hidupnya. Dia merasa kehilangan sosok Naura, meskipun dia berusaha memungkiri perasaan itu. Satu bulan setelah Naura pergi, dia sempat dekat dengan Laura. Tentu saja Mami Berliana merasa sangat senang. Tapi sepertinya, semuanya akan kandas. Tanpa sadar, senyuman melengkung di sudut bibirnya kala mendengar Naura ditemukan. Kini Alex sudah dalam perjalanan menuju kota Naura berada.
"Kamu pikir, pasti aku tak akan menemukan kamu. Tapi, kamu salah. Alexander akan berhasil mendapatkan apa yang diinginkan," ucapnya bangga dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan sangat panjang baginya, akhirnya Alex sampai di mana Naura berada. Mengapa dikatakan sangat panjang? Selama ini Alex tak pernah sekalipun dia melakukan perjalanan berjam-jam menggunakan mobil. Bahkan jalanan menuju kota itu sangat sulit. Dia harus melewati jalanan sepi dan masih banyak terdapat hutan belantara. Memakan waktu tiga jam untuk pergi ke pusat kota. Dia tak habis pikir, mengapa Naura lebih memilih tempat itu. Padahal, uang yang dia berikan sangatlah banyak. Dengan uang itu, Naura bisa hidup secara mewah. Tapi ternyata, Naura lebih memilih dari kehidupan yang sangat jauh dari kata mewah.
"Itu Nyonya Naura, Tuan. Apa Anda mau langsung turun sekarang juga?" tanya Joy pada tuannya.
"Nanti saja. Kita cari tempat saja dulu di sekitar tempat tinggalnya. Aku ingin memberikan kejutan untuknya," sahutnya. Dia terlihat tersenyum smirk.
Sesuai perintah bosnya, Joy langsung turun dari mobil. Dia mencoba mencari rumah penduduk yang bisa disewa tuannya.
Sebenarnya, Joy tak merasa yakin. Bosnya bisa tidur di tempat seperti itu, tanpa fasilitas mewah. Ya, meskipun dia akui daerah itu masih sangat sejuk. Tanpa harus menggunakan AC. Akhirnya, Joy berhasil menemukan. Entah bosnya akan mau atau tidak, yang terpenting baginya dia sudah menjalankan tugasnya.
"Gimana, apa kamu sudah mendapatkan rumah yang bisa kita sewa?" tanya Alex saat Joy masuk ke dalam mobil.
"Sudah, Tuan. Tapi, saya tak yakin Anda mau. Kita ke sana sekarang, biar Anda bisa melihatnya. Tempat itu tak jauh dari tempat tinggal Nyonya Naura," jelas Joy dan Alex menganggukkan kepalanya.
Joy melajukan mobilnya, dan berhenti tepat di sebuah rumah yang tak jauh dari tempat tinggal Naura. Naura menjual makanan di teras rumahnya. Jualannya cukup ramai. Banyak laki-laki yang berbondong-bondong membeli makanannya. Selain rasa masakannya memang enak, mereka juga bisa memandang wajah cantik alami Naura. Naura juga memiliki tubuh yang indah, meskipun dia hanya memakai pakaian sederhana yang dia beli di pasar. Karena, saat dia kabur. Dia tak membawa apapun.
Untung saja, Alex menggunakan mobil milik Joy. Sehingga Naura tak mengenali mobil itu. Dia belum pernah melihat mobil Joy. Sehingga, dia tak menaruh curiga pada mobil mewah yang melintas di depan rumahnya. Dia pun tak menyangka, kalau Alex akan mencari dirinya.
"Sepertinya, Nyonya Naura menjadi primadona di kampung ini. Lihatlah Tuan, banyak laki-laki yang antri membeli dagangannya.
Apa Tuan tak berniat ikut mengantri?" Joy menggoda Alex, membuat Alex langsung memberikan tatapan tajam ke arahnya. Sontak sikap Alex membuat Joy tertawa geli dalam hati.
Dia yakin, bosnya itu sedang dalam mode cemburu. Hanya saja dia tak mau mengakuinya, masih bersikap gengsi.
Naura bersyukur, karena dagangannya selalu habis tak tersisa. Tapi, siapa sangka. Kalau hal itu membuat kecemburuan tetangga lainnya. Sasa menaruh tak suka. Semenjak kehadiran Naura di kampungnya, para pelanggan warung makannya pada beralih kepada Naura.
Para lelaki yang dulu kerap menggoda dirinya, kini berpindah hati pada Naura. Sasa seorang janda kembang di kampung itu. Dia selalu berpenampilan seksi dan berdandan menor. Tujuannya, agar menarik para laki-laki untuk mendekati dirinya. Bahkan anak pak lurah di kampungnya, sekarang justru mendekati Naura juga.
Alex dibuat gelisah tak karuan, sejak tadi dia mondar-mandir di dalam rumah seperti setrikaan. Membuat asistennya tak henti-hentinya menertawakan dalam hati, melihat sikap absurd bosnya itu.
"Coba kamu lihat keluar, apa di luar sana sudah sepi? Saya ingin menemui Naura sekarang," titah Alex.
Joy pun langsung melihat situasi keadaan di luar. Keadaan di luar menang sepi. Tapi, dia dan kedua orang suruhannya tetap harus berjaga-jaga di luar. Melindungi bosnya itu. Dia harap bosnya itu tak berbuat macam-macam, yang nantinya akan memusingkan dirinya.
Tiba-tiba saja ponsel Alex berdering. Dengan perasaan malas, dia terpaksa menerima panggilan telepon dari Laura.
"Sayang, kamu di mana? Tadi aku ke perusahaan kamu tak ada. Aku ke Mansion kamu, kamu pun tak ada," ucap Laura mengawali pembicaraan dengan Alex di panggilan telepon.
"Aku sedang ada pekerjaan di luar kota. Nanti aku kabari, setelah aku kembali," jawabnya singkat.
Alex langsung mengakhiri panggilan telepon dengan Laura. Dia tak peduli mendengar Laura yang berteriak masih ingin bicara padanya.
"Situasi di luar aman. Tolong, Anda jangan berbuat macam-macam yang nantinya akan membuat masalah untuk kita! Ingat, ini kampung bukan di perkotaan," ucap Joy mengingatkan.
"Bukan masalah. Kami pasangan suami istri, Naura masih menjadi istri saya. Saya bebas melakukan apa yang saya mau," jawab Alex dengan santainya.
Alex langsung memakai kaca mata hitamnya dan juga topi. Dia juga memakai hoodie, untuk menutupi penyamarannya. Dia berpenampilan sangat berbeda. Dia terlihat seperti anak muda. Dengan percaya diri, dia melangkah kakinya menuju tempat tinggal Naura.
Suara ketukan pintu terdengar.
"Siapa ya yang mengetuk pintu?" gumam Naura.
Tanpa berpikir panjang, dia pun bergegas untuk segera membuka pintu rumahnya. Naura mengernyitkan keningnya, saat melihat seorang laki-laki memakai kaca mata hitam, topi, dan juga hoodie berwarna hitam. Dia tak mengenal orang itu. Selama dia tinggal di kampung itu, tak pernah sekalipun dia melihat laki-laki itu. Tapi, dari segi penampilannya. Laki-laki itu pasti orang kaya.
Naura terperanjat kaget, saat Alex mendorongnya masuk ke dalam, dan langsung mengunci pintu rumahnya.
Jantung Naura berdegup sangat kencang. Dia terlihat begitu ketakutan. Bayangan hal buruk, menari di pikirannya.
"Si--siapa kamu? Berani sekali kamu masuk ke rumah orang sembarangan. Saya minta kamu keluar dari rumah saya sekarang!" pekik Naura. Naura berusaha melindungi dirinya, dengan bersikap berani di hadapan laki-laki itu.
Alex langsung mendorong tubuh Naura, hingga membentur tembok. Kemudian mengungkungnya. Posisi mereka sangat dekat, bahkan hembusan napas Alex begitu terasa. Tubuh Naura menjadi gemetar. Dia akhirnya menyadari siapa laki-laki itu. Wangi tubuh mint itu, sangat dia kenal. Dia begitu shock saat itu. Dia sangat yakin, kalau laki-laki itu adalah Alex. Namun, satu hal yang dia tak habis pikir. Mengapa Alex bisa berada di sini.
"Kamu yakin ingin tahu siapa aku?" Ucap Alex sambil memainkan alisnya.
Meskipun Alex belum membuka kaca mata hitamnya, Naura yakin tebakannya benar.
"Tu--Tuan Alex," ucapnya lirih.