“Kamu masak mie?” Calixto menoleh ke belakang dan mendapati Mia yang tengah membuka kulkas. “Ya.” Mia kira seorang seperti Calixto tidak menyantap hal seperti itu. Terlebih selama lima bulan, mie yang ada di laci hanya dihabiskan olehnya. “Nikmati waktumu.” Setelah mengambil air dingin, Mia pun beranjak. “Apa kamu mau juga?” Ini belum waktu untuk makan malam, tapi Calixto sendiri sudah merasa lapar yang membuatnya memutuskan memasak mie. “Aku sudah menyantap dua mie untuk minggu ini.” Itu jelas sebuah tolakan, Calixto mengangguk mengerti dan tidak mengatakan apa-apa lagi dan membiarkan Mia pergi. Calixto sudah mau bersikap sedikit lebih berbeda seperti yang dijelaskan di jurnal. Mencoba untuk selalu balik bertanya saat Mia bertanya padanya, tapi sikap Mia juga tidak menunjukkan ti

