•Titik Terang yang Gelap•

1727 Words

"Apa pun caranya. Aku akan membahagiakanmu." -Atta Mahesa- __________ "Eits, Bro! Akhirnya, lo berubah pikiran," katanya dengan melambaikan tangannya pada teman-temannya. "Lo udah bosen hidup susah? Apa istri lo yang nyuruh lo nerima tawaran gue?" "Nggak usah bawa-bawa istri gue di sini!" Atta mengepalkan tangannya. "Gue terima tawaran elo. Dan cepet bilang, apa pekerjaan gue!?" "Woi, sabar!" Arsa merogoh sesuatu dalam saku jaketnya. "Lo cobain dulu barangnya." Atta menarik napasnya secara dalam-dalam. Yang perlu dilakukannya saat ini, hanya menerima tawaran pekerjaan dari Arsa. Bukan ikut hanyut dalam kesenangan semu bersama Arsa. "Gue nggak tertarik." Arsa tertawa samar. "Ternyata, lo emang batu." Atta memang tidak tertarik akan apa yang Arsa gunakan saat ini. Sebenarnya, dari du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD