19. Sedih tak berujung

2210 Words

♡ 00.00 WIB Dilo mengetuk jendela kamar di depannya berkali-kali. Lima menit sudah dia berdiri disini, dengan satu tangan memegang kue. Orang yang ditunggu-tunggunya belum juga keluar. “Pin?” Kali ini Dilo mengeraskan suaranya. Nggak berapa lama, jendela itu terbuka. Lupin muncul dengan rambut kusut dan mata setengah terbuka. Kelihatan kalau cewek itu masih ngantuk. “Happy birthday.” Dilo menyodorkan kue dengan lilin bertuliskan ‘Happy Birthday’ yang menyala di atasnya. Lupin terbengong-bengong. Kali ini matanya terbuka lebar. Dia mendongak, melihat Dilo yang tersenyum manis ke arahnya. “I wish you all the best. Semoga panjang umur, sehat selalu, semoga makin dewasa, semoga  cita-citanya tercapai. Happy birthday, Pin…” sambung Dilo. Lupin diam. Dia memandangi lilin-lilin yang menyal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD