Agha keluar dengan langkah gontai. Dunianya runtuh seketika. Dirinya divonis mandul. Dan seandainya saja tidak bertemu dengan Wiwik dan anaknya yang mengandung, mungkin hingga saat ini Agha tidak akan pernah tahu status dirinya yang tidak bisa memberikan keturunan. “Kenapa!” teriaknya kesal sembari memukul tembok dihadapannya. Bayangan Fara seketika mengambang dalam pikiran. Selama ini dia menuduh mantan istrinya itu mandul, hingga menduakannya dengan Nesa. Dan mereka melakukan hubungan di luar nikah sampai Nesa mengandung, tetapi mendengar dirinya infertil sungguh membuat otaknya mendidih. Mungkin Tuhan telah menghukumnya dengan cara yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya. Penyesalan berkecamuk dalam benak. Rasa bahagia yang diberikan oleh Nesa padanya seketika menguar bersa

