Yanti duduk di samping Deva yang tampak asyik mencari pekerjaan di laptopnya. Sudah beberapa bulan ini dia mulai mencari kembali. Sebelumnya, dia hanya membantu beberapa temannya bekerja di salah satu pusat belajar. Deva yang cukup lihai bermain komputer, dipercaya untuk mengajarkan komputer dasar pada murid di pusat belajar itu. Namun diakui Deva, gaji yang dia peroleh, jauh dari gajinya sebelumnya di perusahaan Demian. Bahkan tidak mencukupi untuk membiayai hidupnya sehari-hari. Yanti mulai menyulam. Kain sulamannya dengan gambar mesjid sudah hampir menunjukkan bentuk sesuai dengan yang di buku. Sesekali dia melirik ke Deva yang masih tampak sibuk. Sebenarnya Yanti kasihan melihatnya. Dia tampak uring-uringan di rumah setelah pulang dari mengajar. Yanti sendiri sudah berusaha membantun

