Raya duduk sendirian di ruangan kosong yang hanya ada satu meja dan dua kursi di sisi berbeda dari meja di depannya.. Tak ada siapa pun duduk di hadapannya. Berulang kali dia menoleh ke pintu yang terbuka, namun yang di nanti tak kunjung datang hingga membuatnya gelisah. Raya duduk tanpa tas mahal dan perhiasan yang serba mewahnya. Semua tanggal dari tubuhnya karena memang harus ditinggalkan di luar ruangan sebelum dia masuk. Raya menghela napas kasar, hampir lima menit dia duduk sendirian, tapi tak juga ada yang datang menyapanya. Suara seseorang masuk terdengar. Raya menoleh. Terlihat seorang pria berpakaian narapidana masuk bersama seorang petugas. Kedua tangannya diborgol. Senyumannya sinis tertangkap di kedua mata Raya yang langsung membuat pandangannya ke arah lain. "Aku gak pe

