Setelahnya, hari berlalu begitu cepat. Semenjak kepegian Gallen dan kemampuan bicara Abi yang sudah lancar berkat terapi yang dijalaninya, Abi memperoleh kehidupan normal yang seharusnya ia dapatkan dari dulu. Keberadaannya tidak lagi diabaikan seperti dulu, teman-teman sekelasnya baik perempuan ataupun laki-laki mulai sesekali mengajak Abi bicara atau membawa nama Abi pada kelompok belajar mereka. Tentu saja Abi senang. Sedari dulu dia memimpikan kehidupan seperti ini di masa sekolahnya, walaupun dia tahu alasan teman-temannya mulai memandang Abi karena saat ini dirinya sudah kembali bisa bicara. Tapi itu tidak masalah, karena berkat itu Abi juga tidak mengalami perlakuan tidak baik lagi dari siapapun dan tidak ada lagi yang menganggapnya bagai hantu yang tidak tampak oleh siapapun. La

