"Aku akan melamar kamu akhir minggu ini," ujar Bara tegas. Matanya berpendar dingin menatap Novita yang justru hanya bisa menatapnya tak percaya. Bagaimana mungkin Bara dengan gampang melontarkan kata seperti itu di saat hubungan mereka saja belum lama terjalin. "Aku engga mau!" tolak Novita tegas. Ia tahu Bara mengatakan itu hanya karena lelaki itu tengah marah. Lebih tepatnya karena Bara sedang cemburu dan itu adalah jenis cemburu buta. Bara tersenyum miring mendengar penolakan dari wanita yang sudah menjadi kekasihnya itu. "Oh ya tentu aja kamu nolak, karena kamu lebih milih pria itu daripada aku," sindir Bara. Novita mati-matian menahan dirinya agar tidak meledak. Sedari tadi ia berusaha agar tidak ikut terbawa emosi melihat Bara yang sedari tadi tidak berhenti melemparkan ucapan

