Bab 19

1092 Words
Yuda ingin menelepon Cakra yang saat itu sudah tidak menentu juga sampai detik ini perasaan yang sangat berbeda dan dia tidak tahu harus bagaimana lagi. "Hallo Cakra, aku kamu jemput kah dari rumah untuk pergi ke kampus bersama jangan menolak aku Aku tidak merasa direpotkan juga Jangan berpikir aku tidak mau berbaik kepada diri kau juga sampai di sini kan paham kehidupan nyata akan membuat makanan hasil juga dan beberapa waktu yang akan membuat kejadian bersama." Ucap Yuda kepada Cakra. "Hmm... jangan! aku bisa pergi sendiri jangan repot-repot seperti itu aku memang ingin pergi sendiri dan aku akan ada mata kuliah jam 8 nanti jadi mungkin sekitar Tidak bisa Kak pergi duluan ada yang perlu aku siapkan itu ke kampus kita ketemu aja di kampus aja ya jangan merasa begitu lain waktu aku akan bersamamu pergi." Ucap Cakra. "Tidak apa-apa, jangan merasa direpotkan begitu Aku tidak pernah mengatakan kalau kau menyusahkan aku sekarang ini kita kan sahabat tidak mungkin aku lagi pula kelewatan juga dengan rumahmu jangan merasa sungkan seperti itu bro Jangan menganggap semua itu bisa dijadikan yang terbaik sampai di sisi pun akan menjadi kehidupan nyata Tidak ada salahnya aku mau berbaik Kepada sahabatku juga soalnya Dian ada tidak bisa pergi bersama dia lagi pada mata kuliah juga sakit aja siangan nanti jadi makanya aku mengajak mau barter sama saja." Ucap Yuda kepada Cakra. Cakra merasa tidak enak hati dan dia berkata gugup dan tidak tahu lagi harus bagaimana. "Hmm... tidak apa-apa aku biasa saja jangan pernah menganggap aku tidak mau mau melakukannya disini aku juga paham Apa tujuanmu, lagi pula aku ada di rumah saudara aku makanya aku tidak mau merapat mau untuk Jemput aku di sini kan. Yuda jangan khawatir kan itu tenang saja aku akan pergi sendiri ke kampus akan ada kuliah pagi juga untuk apa mereka repot untuk menjemput aku sejauh ini ya sudah kalau begitu tapi ketemu di kampus bye." Ucap Cakra kepada Yuda yang saat itu masih memikirkan kejadian yang sudah mendalam juga tanpa memikirkan kejadian yang ada. Cakra langsung mematikan ponselnya dan dia tidak mau Yuda masih berkeras hati untuk menghubungi terus dan ingin menjemputnya di sisi lain rasa takut ketika semua orang akan tahu keberadaan dia saat ini di Rumah Sakit bersama dengan Kayla, begitulah kehidupan yang dirasakan saat ini coba tanpa berpikir panjang kehidupan akan semakin mendalam sampai kehidupan nyata menjadi kenyataan yang ada begitulah kehidupan dalam. "Kenapa dia mematikan langsung telepon aku? padahal aku baru saja ingin berbicara dan mengajaknya untuk pergi bersama saya ini juga aku baru Paham Kenapa dia begitu seperti orang yang menghindari aku saja makanya aku sarankan bingung entah apa yang dipikirkannya saat ini peran Lahan apa harus berusaha untuk tenang dan menjaga perasaan dan juga di sisi lain kehidupan nyata semakin nyata tanpa aku harus berpikir bagaimana nanti pas aku ketemu di kampus." Ucap Yuda di dalam hati nya sambil memandangi ponsel nya saat itu juga di sana. Akhir nya dia mulai bersiap untuk ke kampus, Dia segera untuk bersiap dan tidak memikirkan apa pun kejadian yang tadi ingin dilakukannya tanpa berpikir panjang kehidupannya semakin nyata Jika dia berpikir ingin melakukan yang terbaik sejauh ini kehidupan yang menjadi nyata tanpa dia kehidupan akan menjalani lancar. Sampai detik ini kehidupan akan mendalam Jika dia berpikir untuk melakukan yang terbaik Sampai detik ini kejadian yang sudah terjadi tidak akan mendapat sesuatu yang terbaik. Begitu lah yang dirasakan oleh Yuda saat ini entah itu apa dan akan menjadi sebagian kejadian yang terjadi begitu kehidupan yang nyata begitulah tanpa dia berpikir untuk mendapatkan yang terbaik perlahan-lahan dia berusaha untuk menjadi yang terbaik juga. Begitu besar yang dirasakan dan akhirnya dia melaju kencang mobil untuk menuju kampus apa di sisi lain pikirannya masih berpusat kepada sahabatnya itu tahu kenapa Yuda berharap dia melakukan kebaikan dan menjadi sebuah kenyataan yang ada tanpa berpikir panjang di sisi lain kehidupan akan semakin lancar jika kita mau bersama-sama menjalankannya Itu lah yang dirasakan saat ini. Dian tersebut masih berpikir bagaimana nanti kejadian akan mendalam. Sampai detik ini pun juga dia tidak ingin menghancurkan perasaan sahabatnya sendiri dan melakukan yang terbaik tanpa berpikir panjang juga. Tidak butuh waktu lama Yuda langsung berada di kampus, mencari keberadaan Cakra itu juga Danta Kenapa di pikirannya hanya berpikir kalau semua itu bisa diandalkan satu sama lain Jika dia harus membuat semua permasalahan akan terjadi jika tidak ada satu pun yang bisa mendapatkan yang terbaik di sisi lain pun juga dia menganggap semuanya tidak ada yang bisa dilancarkan jika mereka masih berpikir untuk melakukan hal-hal yang baru lagi di sisi lain kehidupannya akan berjalan dengan lancar jika mau bersama dan melakukan yang terbaik juga tanpa dia berpikir akan melakukan yang terbaik demi masa depan nanti jika mereka masih mau bersama juga. Tidak sengaja dia melihat Cakra yang sudah berada di kampus terlebih dulu dam doa merasa kalau semua nya dia lakukan akan membuat diri nya menjadi tidak yakin saja, di sisi lain keadaan diri nya menjadi nyata satu sama lain nya di dalam kehidupan nyata diri nya menjadi keadaan diri mendalam satu persatu begitu lah kejadian yang akan di buat untuk mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya sampai di sini menjadi satu sama lain nya tanpa memikirkan kejadian yang akan mendalam satu sama lain nya lagi. Begitu lah kejadian yang sudah di ingin kan begitu kuat dan dia merasa kejadian yang akan membuahkan hasil yang sudah terjadi akan diri ini menjadi nyata saja, di sisi lain kehidupan diri ini menjadi kuat dan melakukan yang terbaik satu sama lain nya. Yuda memandangi yang berada di taman kampus, dan dia menghampiri dengan langkah cepat nya. “Cakra! Kau ini tadi kata nya tidak mau datang cepat, tadi lebih baik aku yang jemput kau saja, bagaimana pun kejadian yang sudah terjadi satu sama lain nya di sisi lain nya di dalam kehidupan ini mendalam satu sama lain nya di sisi ini juga." Ucap Yuda kepada Cakra. Cakra menoleh dan dia melihat keadaan yang saat itu menjadi satu sama lain nya, di dalam kehidupan nya menjadi nyata saja di sisi ini kehidupan mendalam menjadi satu sama lain nya, di kehidupan yang nyata saja. Rasa gugup nya dia mengatakan kepada Yuda yang tiba-tiba mengagetkan nya. “Kau ini mengagetkan aku saja, padahal aku sudah katakan kalau semua nya bisa di jadikan satu sama lain nya, aku tadi memang menumpang dengan saudaraku maka nya aku tidak bisa menolak saja, maaf ya bukan nya aku tidak mau melakukan nya padahal kemarin itu sudah ada yang di maksud nya juga, di dalam sisi lain juga aku akan masuk mata kuliah yang akan segera.” Jelas Cakra.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD