Bab 18

1067 Words
Yuda dan Cakra kembali ke dalam ruang untuk melihat, di situ Yuda melihat Bu Tri yang sedang menjaga duduk di samping Fara melihat wajah wanita itu terkejut memandangi Wajah Dian yang sudah mengetahui keadaan Fara yang yang seharusnya di rahasia kan, Tetapi entah kenapa di situ dia merasa kalau ibu angkat terjamin dan tidak melakukan apa boleh kejadian tersebut. "Bu tenang saja, aku mengerti maksud ibu pasti ibu sangat takut dan tidak mungkin ibu melakukan apa pun itu dengan kejadian yang sama Padahal ibu harus segera melakukan yang terbaik di sisi lain ini Ibu harus paham tujuan dari semuanya itu adalah keinginan yg nyata. Jangan berpikir kalau Yuda ini akan memberitahu semua orang tentang keadaan Fara aku sangat paham perlahan-lahan pasti semuanya akan membaik jika kita mau bersama melakukan nya." Ucap Cakra yang meyakinkan kan Bu Tri. "Iya bu, saya tahu ini adalah rahasia tetapi di sini saya juga bisa menjaganya jangan khawatir kalau itu semuanya bisa kita lakukan saya paham ketakutan Ibu selama ini dan saya juga paham apa yang sudah terjadi jika Ibu mau melakukannya tetap berusaha untuk mendapatkan yang terbaik jangan pernah menganggap semuanya ibu lakukan itu salah, walau pun ibu tidak tahu Apa tujuan Fara berkata seperti itu tetapi belum melaksanakan tugas yang." Jelas Yuda kepada Bu Tri. "Huft... iya saya hanya takut dengan semua yang akan terjadi jika memang semua orang tahu keadaan non Fara makanya saya menjaga rahasia itu dengan sekuat-kuatnya tetapi sepertinya kalian berdua orang yang terpercaya dan tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak baru di sini aku juga paham bagaimanapun kejadian yang sudah terjadi tidak mungkin akan membuahkan hasil seperti itu sejujurnya saja." Ucap Bu Tri. "Syukur lah, Terima kasih sudah mempercayai saya dan mempercayai saya juga, di sisi lain harapan banyak tetapi Semoga saja tidak ada yang bisa kita takuti lagi kan di sini aku membantu apa pun keadaan tersebut menjadi nyata jangan pernah berpikir kalau semua itu tidak bisa kita jalani.". Ucapan Yuda kepada Bu Tri saat itu menjadi hal yang tidak terbaik. "Iya sama sama, semuanya bisa kita jalani bersama jika memang kalian teman baiknya non Fara tidak mungkin kalian ingin menjerumuskan. Dia istilah lain kehidupan itu akan semakin lancar begitu memikirkan satu sama lainnya juga perlahan-lahan kehidupan itu akan berjalan dengan lancar jika kita mau bersama menjalankannya jangan pernah berpikir untuk tetap tidak melakukan yang terbaik begitu besar rasa yang diinginkan saat ini tanpa kita sadari juga di sini aku baru Paham semuanya yang kita andalkan sudah tidak ada." Ucap Bu Tri kepada Yuda saat itu masih belum paham mengerti apa yangdi ingin kan saat ini juga. "Iya sudah kalau begitu tidak ada lagi yang bisa dirasakan mulai sekarang Yang aku dan berlian akan membantu ibu Tri dan ibu Iyem menjaga Fara, jadi jangan khawatir kalau memang di rumah itu tidak ada yang mengurus silakan pulang juga tak apa-apa kita di sini masih bisa untuk pulang dari kuliah tapi menjaganya dan kita harapkan kesembuhan dia juga kan kan jangan pernah berpikir kalau kita tidak perhatian kepada diri nya." Ucap Cakra saat itu masih berpikir untuk menentukan hal yg tersebut. "Baiklah, kalau begitu aku akan pulang dulu mungkin besok pagi aku akan mampir ke sini dulu, sekalian juga Aku akan menjemputmu Cakra Aku juga tidak mau kau jadi repot sendirian dan aku akan membantu bagaimana pun jangan sampai Dian mengetahui hal tersebut suka dia tahu nanti dia malah heboh dan mencari kesalahan yang tidak bisa aku bawa makanan makanya aku pemain susah untuk menjaga perasaan dia saja." Ucap Yuda kepada Cakra. "Oke, jangan repot untuk menjemputku pasti aku bisa sendiri ke kampus enggak ada kau merasa tertekan ini makanya aku tidak mau melakukannya di sisi lain kehidupan itu kan jadi jatah jadi kita harus bersama-sama menjalankannya percaya atau tidak nanti kau akan melakukannya Sampai detik ini kau harus paham. Bagaimana perjuangan hidup itu bisa kita atasi bersama dan di sisi lain juga kita harus tahu apa yang harus terjadi kan jadi makanya kita tenang." Ucap Cakra. "Iya kalau begitu hati hati di jalan, dari tadi ponselmu bergetar terus makanya aku bingung pastilah itu Dian yang menelepon mencari kau Makanya kalau mau tamat Ai aku mau saja Dian jadi dia tidak curiga kalau ke mana dan pergi sama perempuan lagi gitu, Jangan berharap kalau semua itu itu akan selesai Jaya kita bersama-sama aku tahu kau sangat menderita jika bersama dia. " ucap Cakra kepada Yuda saat itu masih bingung untuk mengatakan nya. "Hahaha... iya Sengaja aku tidak mengangkatnya Dia sangat bawel kan aku masih risih dan tidak tahu harus mengatakan apalagi jika kita mau bertanya sama pun Malam ini aku tidak mengerti tujuan dari dia itu apa Makanya aku bingung di sisi lain kehidupan nyata akan terus kita jalani jika bersama makanya aku masih belum paham tujuan dari di apa-apa pa dan kehidupannya akan berjalan dengan lancar tanpa kita harus berpikir untuk bagaimana pun." Jelas Yuda kepada Cakra. "Iya sudah sampai ketemu besok lagi, yang benar Aku curiga kepada Dian Menurutku dia sangat licik dan bisa melakukan apa pun sampai dia bisa mengetahui segalanya jadi percaya saja kehidupan itu akan berjalan dengan lancar." Ucap Cakra. Akhir nya Yuda segera pulang dan dan tidak melakukan apa pun kegiatannya di situ lah ah dia mulai mengangkat telepon nya , agar tidak ada kecurigaan sama sekali di situlah kejadian akan menjadi nyata di sisi lain pun kehidupan akan berjalan ntar sampai segitunya, dia berusaha tenang untuk mengangkat telepon tersebut jangan sampai Dian mencurigai hal-hal yang telah di hindari nya. Begitu lah kehidupan diri mendalam saja, Yuda semakin tenang tidak berpikir bagaimana lagi menghadapi satu sama lain nya lagi di sisi ini pun mendalam satu sama lain nya akhir dari semua saja.. Banyak harapan yang diinginkan oleh kepada kekasihnya itu makanya diam belum bisa berpikir bagaimana nantinya kalau semua bisa diandalkan, di sisi lain pulau kejadiannya sudah terjadi akan membuahkan hasil yang kuat memang kehidupan itu bisa melancarkan tanpa diri ini mendalam satu sama lain pun juga apa berpikir kehidupan itu semakin mendalam dan tidak ada satu orang yang membuat kekuatan tersebut menjadi nyata saja dan begitu pula kehidupan Begitu lah keadaan yang membuat diri semua nya bisa di andalkan satu sama lain nya, di dalam kehidupan itu menjadi Cakra merasa ragu kepada Yuda yang saat itu masih berpikir akan bagaimana lagi menghadapi nya sampai lah kejadian yang terbaik satu sama lain nya di dalam ke dalam kejadian ini menjadi satu sama lain nya di dalam kehidupan diri ini semakin mendalam juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD