Dian memasang kan wajah yang tidak biasanya di situ dia berharap banyak kalau dalam kehidupan akan terus semakin tidak menentu begitu besar yang di rasakan Dian, Yuda begitu sangat mengkhawatirkan Kayla, entah apa yang dipikirkan Yuda saat ini sampai dia harus mencari tahu keberadaan wanita itu.
Tanpa Dian sadari Yuda langsung menghubungi Cakra tetapi tidak ada jawaban dari orang tersebut di sisi lain pun Yuda masih berpikir apa yang telah terjadi pada dirinya sampai harus membuat permasalahan menjadi kacau, di sisi lain di dalam kehidupan itu akan terus berjalan dengan lancar sampai mendapat kan yang terbaik bila sejauh ini perlahan-lahan kekuatan itu diatasi sampai menjadi kemasan tersebut di dasari.
Di dalam hati Dian berkata.
"Apa apaan Yuda ini, aku semakin tidak mengerti apa tujuan dia padahal besok kita akan bertemu juga dengan Cakra sejauh ini pun aku masih tidak paham apa dalam pikirannya, titik terang ini di perjuangan akan terus berlaku sampai detik dia akan mendapat kan yang terbaik begitu besar rasa yang di inginkan. Rasa cemburuku mulai semakin tumbuh saat Yuda lebih perhatian kepada Fara. Sampai detik ini pun aku masih tidak paham."
"Tunggu sebentar ya sayang, Aku ingin meminta waktu Sebentar untuk menghubungi Cakra saat ini Jangan berpikir kalo aku akan mengantarkanmu seperti itu padaku aku tidak mau mengantarkan kau seperti itu. Percayalah satu persatu akan hilang begitu saja kita mau mendapatkan yang terbaik ini akan mengobati rasa penasaran saja." Ucap Yuda sambil mengecup dahi Dian yang saat itu masih bingung berkata.
Rasa kesal Dian kepada Yuda itu semakin menjadi-jadi Entah kenapa di saat itu juga dia merasa kalau Yuda tidak pernah berpikir kalau sama itu bisa di atasi bersamamu kekuatan itu semuanya dan di hadapan semua orang pun juga perlahan-perlahan kekuatan itu semakin Di ingin kan dan tidak pernah ada batasnya.
"Iya terserah kau saja, aku tidak peduli kemarin siapa yang terpenting aku sudah tenang dan tidak ada yang bisa di jadikan yang terbaik, Aku tidak pernah mendengar aku untuk melakukan yang terbaik tetapi selalu menganggap semuanya itu kisah di lancar kan." Ucap Dian kepada Dian.
Tetapi Yuda sama sekali tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Fara saat itu juga di sisi lain kehidupan akan semakin lancar jaya kita menghadapi semuanya dengan dengan tenang koma koma, Sampai detik ini Yuda berusaha terus menelepon Cakra yang dari tadi tidak ada jawabannya sampai dia bingung harus mengatakan apa.
Akhirnya telepon itu di angkat dan tidak tahu bagaimana lagi menghadapinya.
"Hallo Cakra, kau di mana? Dari tadi menelepon malah kau tidak mengangkatnya, padahal aku mau mendengar kan cerita." Tanya Yuda kepada Cakra yang dengan penuh semangat itu.
"Di sisi lain pun kejadian yang ada pun akan terus berada di sisi lainnya. Maaf aku sedang sibuk aku tidak tahu harus berkata apa lagi sampai di sini kan jadinya hidup bersama selamanya tapi kamu kenapa Menelepon aku semalam ini ada apa? Dan mau mendengarkan cerita apa kepadaku?" Tanya Cakra kepada Dian.
"Hmm... Aku belum sempat menanyakan kabar Fara, bukannya kau mau ke rumahnya saat ini aku masih tidak mengerti apa yang kau katakan dan juga menghindari aku!" Ucap Yuda di seberang telepon tersebut dan dia tidak pernah berpikir akan bagaimana lagi.
"Ooo aku tidak jadi menemui Kayla, sepertinya kita harus bertemu dengannya lagi nanti setelah dia masuk kampus, aku memang tidak bisa di lakukan lagi." Ucap Cakra dengan tenangnya.
"Tanpa aku sadari pun mendapatkan kejadian yang sudah berubah, di sisi lain pun kejadian diri mendalam juga tanpa berpikir akan tenang juga. Kau baik baik saja kan? Perasaan aku semakin tidak menentu juga, dan banyak aku khawatirkan." Ucap Yuda kepada Cakra saat itu terdengar tidak baik juga.
"Sudahlah, jangan khawatirkan aku bagaimana pula kejadian itu bisa di lancarkan satu sama lain nya di sisi ini. Kau harus paham apa yang di lalui, tidak ada yang perlu kau khawatir kan bagaimana lagi menghadapi satu sama lainnya." Ucap Cakra kepada Dian.
Tanpa berpikir bagaimana lagi menghadapinya satu hal tersebut dan di sisi ini menjadi kejadian yang akan di buat untuk melakukan yang terbaik satu sama lainnya lagi, Yuda yang semakin tidak bisa berpikir kalau Cakra langsung mematikan ponselnya padahal dia belum berkata apa apa lagi.
Rasa penasaran Yuda semakin tidak menentu juga padahal di sisi lain kejadian yang akan di bawa untuk melakukan yang terbaik satu sama lainnya, di dalam kehidupan nyata Yuda masih tetap bersih keras untuk melakukan yang terbaik satu sama lainnya lagi.
"Memang ada apa dengan Cakra saat ini masih berdiam dan tidak tahu mengatakan apa pun kepada diriku, sejauh ini memang kejadian yang tidak bisa di andalkan lagi seakan tidak ada yang bisa di lakukannya semuanya bisa di andalkan satu sama lainnya, apa yang di lakukan dia aku harus mencari tahunya agar rasa penasaran ini terselesaikan juga." Ucap Yuda di dalam hatinya saat itu sambil memandang ponselnya saat itu.
"Sayang, apa sudah selesai meneleponnya? aku makin tidak paham apa yang terjadi saat itu sampai juga melakukan yang terbaik satu sama lainnya lagi memang kejadian yang akan mendalam satu sama lainnya. Sekarang kau tidak mau beristirahat saja." Ucap Dian kepada Yuda yang saat itu masih tidak menentu juga satu sama lainnya di dalam kehidupan itu mendalam saja.
"Hmm... belum banyak bicara dia sudah mematikan ponselku, aku semakin penasaran apa yang telah di lakukannya saat ini, di perjuangan lainnya lagi di dalam kehidupan mendalam satu sama lainnya lagi. Di dalam kehidupan mendalam satu sama lainnya terjadi akan menjadi kekuatan pada dirinya masing-masing." Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu masih terduduk di hadapannya juga.
Dian langsung menghampiri Yuda dan dia tidak mau membuat kekasihnya murung begitu, lalu dia berkata kepada Dian.
"Sayangku, jangan begitu aku tidak tahu harus mengatakan apa pun kejadian diri ini mendapatkan yang terbaik satu sama lainnya lagi, di sisi lain pun kejadian diri mendapatkan yang terbaik satu sama lainnya, jangan sampai di dalam kehidupan yang nyata akan membuahkan hasil yang terbaik juga. Kau jangan bersedih begitu aku masih tidak mengerti apa yang kau galau kan itu."
Yuda tersenyum dan dia tidak mau melakukan apa pun kejadian yang telah terjadi satu sama lainnya, di dalam kehidupan dirinya menjadi semakin tidak mendalam saja, di setiap kata yang telah di lontarkan kepada Dian adalah sudah menjadi keadaan yang mendalam satu sama lain.
"Iya sudah, besok juga aku akan bertemu dengan Cakra , mungkin dia sangat sibuk dan tidak tahu harus mengatakan apa pun kejadian yang terjadi satu sama lainnya, di dalam kehidupan yang nyata bisa di lakukan satu sama lainnya di sisi ini berjanji untuk menaklukkan diri ini semakin mendalam saja, di kehidupan yang nyata bisa di andalkan satu sama lainnya juga." Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu masih memikirkan kejadian yang sudah terjadi kepadanya saat ini.