Dian menganggukkan kepalanya dan dia langsung menyantap semua makanan itu dan perlahan-lahan dia menyuapi Yuda makan agar tidak ada tersisa lagi makanan yang telah di bawahnya di sisi lain juga perasaan yang dirasakan oleh Bryan itu sudah merancang produk dan dia masih berpikir bagaimana cara untuk melepaskan Dian yang selama ini menjadi beban dalam hidup yang tanpa disadari juga.
Di dalam hati Yuda berkata.
"Aku bingung sekali Bagaimana aku menghadapi wanita seperti Dian ini di sisi lain aku hanya berharap dia tidak melakukan waktu dulu mencoba bunuh diri ketika aku ingin mengakhiri hubungan sisi lain juga aku bingung harus berkata apa lagi tanpa aku sadari kejadian yang sudah-sudah itu semuanya kesalahan dariku, sudah cukup aku bertahan demi perasaan dia tapi di sisi lain juga aku tahu kejadian yang sebenarnya terjadi tanpa kita berpikir panjang kehidupan itu bisa berjalan dengan lancar."
Yuda termenung sambil memetik kan gitar dengan nada yang begitu sangat lembut dan membuat suasana semakin romantis, Dian yang mendengarkannya begitu sangat bahagia di sisi lain juga kehidupan dia saat itu menjadi sebuah kenyataan yang ada tanpa dia sadari kehidupan yang dihadapi bersama akan menjalankan satu sama lain begitu rasa keinginan dia untuk mendapatkan ini menjadi satu.
"Memang kau sangat hebat sejak dulu kalau sedang main gitar Aku awalnya menyukaimu di saat kau kau sedang melantunkan lagu dan duduk sendiri Entah kenapa perasaan itu begitu bergetar saat memandang kau yang sedang pengetikan senar kita tersebut dan juga aku berpikir Sampai detik ini aku mesin jadi orang yang sama untuk mencinta kau sampai kapan pun." Ucap Dian kepada Yuda itu.
"Hahaha... kau ini bisa saja tidak mungkin kau menyukaiku karena aku sedang memainkan gitar Coba kau pikir ulang Bagaimanakah dari ini menjadi sebuah kenyataan yang ada dan tanpa aku berpikir panjang semuanya tidak pernah menjadi diri ini kuat jika dipandang oleh banyak orang di saat dibangkitkan lagu, perlahan-lahan pun aku berjuang untuk mendapatkan titik di mana Semua orang bisa berkesan denganmu lagu yang telah kumpul itu dan Akhirnya aku mendapatkannya." Jelas Yuda merasa kalau kejadian yang di buat itu membuat semua menjadi yakin satu sama lainnya lagi.
"Begitulah, semua wanita pasti akan memuja kau makanya aku sejak dulu mencarimu dan akan selalu bersama denganmu juga di sisi lain tidak ada satu pun membuat aku menjadi tenang jika aku berpikir panjang tanpa aku harus memberikan kekuatan pada diri ini aku sangat percaya semuanya akan bisa kita Damaikan perlahan itu sampai di titik keyakinan itu nyata, semoga saja hubungan kita tidak sampai situ." Jelas Dian kepada Dian.
"Memang kejadian itu bisa kita hadapi dengan ketenangan yang ada, semoga saja itu bisa kita atasi bersama di sisi lain aku hanya berharap kita bisa menjalankan hubungan lebih tenang dan jangan ada permasalahan yang tiba-tiba timbul kita buat sampai aku tidak paham yang terjadi jika semua itu telah kita lakukan bersama, jadi jangan pernah berpikir untuk mengatakan kalau kita tidak menjalankan hubungan apa pun."
Jelas Yuda kepada Dian.
"Kau memang berarti di dalam jiwaku, Sampai detik ini pun di sisi dalam kehidupan akan mendorong tanpa aku berpikir panjang saat kau dulunya ingin meninggalkan aku entah begitu stress aku memikirkannya Aku tidak mau itu terulang lagi sampai membuat kekacauan pada diri ini di sisi lain aku hanya ingin kau bisa melakukan kehidupan bersama selamanya selama ini aku akan terus menjaga hubungan ini sampai Tuhan menentukannya." Ucap Dian sambil tersenyum dan merebahkan kepalanya di bahu Dian.
Di dalam hati Yuda dia berusaha untuk menjadi yang terbaik di hadapan kekasihnya itu, tanpa dia berpikir panjang kehidupan nyata menjadi sebuah kenyataan yang ada di sisi lain juga dia tidak mau menjadi orang yang tidak ada artinya di hadapan apalagi di kehidupan orang lain peralatan belajar untuk berubah agar tidak terlihat egois dalam kandungan saat ini juga begitu berarti disisinya.
Yuda baru teringat ingin menghubungi Cakra, saat itu dia masih berpikir kalau semuanya dia lakukan untuk mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya. Di sisi lain dalam keadaan sekarang Yuda ingin sekali menghubungi sahabatnya itu jangan sampai sekarang perasaan tidak enak mulai timbul lagi, dan akhirnya dia mengambil ponsel yang berada di sampingnya.
"Sayang, Kau kenapa mengambil ponsel? Memang kau ingin menelepon siapa? Sudah malam jam 10 juga masih untuk menghubungi teman apa, di sisi lain juga ingin tahu ingin menelepon siapa." Ucap Dian kepada Dian.
"Aku baru ingat ingin menelepon Cakra, soalnya aku dari tadi ingin menanyakan sesuatu kepada dia tapi kenapa sih kamu ya ini selain aku masih tidak tahu harus mengatakan apa lagi kepadanya, raih begitu akhir-akhir ini banyak berhasil akan sesuatu kepadaku Makanya aku bingung untuk mengatakannya Apakah itu benar." Jelas Yuda kepada Cakra.
"Kan besok kalau ketemu juga Kenapa harus malam ini dihubungi, Aku sangat bingung apa maksud kau sampai detik ini pun aku masih tidak paham yang kau buat dan Apa tujuan kau menelepon dia? padahal dia sama sekali tidak menghiraukan kau Jangan berpikir kalau semua itu bisa kalau lu kan satu persatu juga menjadi yang terbaik."
Dian berkata dengan wajah yang bingung dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi di sisi lain pula Dian perlahan akan tahu apa yang terjadi.
"Bukan begitu! Apa salahnya aku untuk menghubungi dia saja itu akan memberatkanmu juga? Wajib saja kan aku menanyakan dia di mana dan apa dia sekarang aku kan sini aku di sini curiga Kenapa dia selalu menghindariku Padahal kemarin kemarinnya Desa lu berita tentang Fara kepadaku, sampai saat ini aku masih belum mendapatkan informasi dia mengatakan beberapa hari yang lalu kalau dia ingin menikahimu Tetapi dia tidak mengabariku juga Jadi aku bingung." Ucap Yuda yang menjelaskan kepada Dian.
"Betapa pentingnya kau dengan dia? dan berapa pentingnya kau menanyakan tentang Kayla! kau Adanya itu aja Aku sangat bingung, di sisi lain aku hanya berharap sekarang ini adalah waktu kita berdua, di sisi lain pula di depan Fara itu begitu sangat tidak bisa orang tebak sampai di luar pikiran kita untuk mengetahui yang telah terjadi di sini kita hanya bisa berusaha untuk menenangkannya saja tapi sini apa kau paham?" Jelas Yuda kepada Dian.
Yuda takut untuk menghubungi Cakra karena menurutnya saat itu keadaan semakin tidak tentu makanya untuk berpikir Kalo menghubungi Cakra dalam waktu yang cepat jangan waktu sekarang di sisi lain kekuatan diri menjadi satu keyakinan ada Jangan pernah menganggap bersama satu sama lain, sampai akhir ini pun masih belum paham yang terjadi pada dirinya Jika semua itu di lalui tanpa harus memikirkan pasti tidak apa-apa sejauh ini pun begitu besar usah sampai di pikirkan lagi.
"Sayang, sepertinya memang harus aku hubungi dia Kau Tetap Tenang jangan merasa kalau aku tidak menghargai beresin, jangan sampai Hai detik ini kekuatan diri kita berjalan dengan lancar jangan sampai semuanya akan menjadi gagal pada diri ini begitu besar rasa yang di inginkan." Ucap Yuda kepada Dian.