"Baiklah, kalau begitu saya berterima kasih kepada ibu sudah memberitahu kepada saya tentang Fara dan memberi alamat rumah sakit nya." Ucap Cakra kepada salah satu orang yang bisa di lakukan pada diri nya dengan penjaga rumah.
Cakra langsung saja pergi dan tidak ada yang bisa di andalkan juga sedemikian rupa pun terjadi, di sisi lain kehidupan mendalam satu sama lain nya. Cakra langsung pergi ke rumah sakit dan tidak memikirkan satu sama lain nya, di dalam kehidupan ini menjadi satu sama lain nya.
Sesampai nya Cakra ke rumah sakit dan dia tidak sengaja melihat Tri dan Iyem yang tidak pernah merasa juga tidak keadaan diri ini menjalani nya satu sama lain. Sejauh ini pula kehidupan semakin mendalam, dan di dalam kejadian ini bisa di atasi di saat melakukan yang terbaik satu sama lain nya sejauh ini pula perjalanan hidup bisa di lalui ke mana pun.
"Memang yang terjadi saat ini pun menjadi tidak yakin, maaf saya lancang untuk kemari dan di sini saya hanya bisa berharap apa yang sudah terjadi kepada Fara adalah suatu yang sudah di lalui bersama satu sama lain nya. di dalam kehidupan itu bisa di lalui sampai sedetik ini pula kejadian yang di ingin kan, saya hanya mau melihat keadaan Fara." Ucap Cakra kepada Ibu Iyem yang sudah merasa kalau diri nya semakin tidak bisa di hadapi satu sama lain nya.
"Iya mas, non Fara memang salam keadaan yang tidak baik, di sisi lain pun kejadian yang sudah di dalam keadaan itu bisa di lalui bersama satu sama lain nya."
Ucap Iyem kepada Cakra.
Iyem menjelaskan semua nya kepada Cakra apa yang sudah terjadi kepada Fara beberapa hari ini sampai membuat Cakra terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi di sisi ini dalam kehidupan yang nyata saja.
Suasana malam di salah satu Apartemen miliki Yuda yang di wariskan dari orang tua nya, di saat itu dia berusaha menenangkan dirinya yang Sampai detik ini tidak tahu harus berkata apa lagi, dengan rasa sakit hatinya kepada kedua orang tua nya terlalu memaksakan kehidupan jadinya agar mendapatkan sebuah prestasi, di sisi lain pun kehidupan itu bisa didapatkan dengan kehidupan yang terjadi jalan lancar dia memaksakan dirinya untuk tetap tidak mengikuti kehendak orang tuanya di sisi lain ia merasa kalau ia menolak untuk berkuliah di luar negeri.
"Aku pusing memikirkan apa yang terjadi apa pun yang dianggap baik aku bisa berjuang demi mendapatkan semua keinginan, Apa masih berharap bisa bertemu dengan wanita saat malam itu untuk orang-orang sampai sekarang tetapi ketemu di mana Sampai detik ini aku masih belum mengetahui keadaan dirinya."
Ucap Yuda yang merutuk di dalam hati nya.
Getaran ponsel itu masih terus bergetar dan dia berharap untuk tidak mengganggu dia, perlahan-lahan Yuda langsung mengambil ponsel ternyata yang dilihat adalah nama Dian kekasihnya yang menelepon dia dari tadi.
"Hallo Dian, ada apa? Bukannya aku mau istirahat sekarang sudah jam 5 sore ada apa." Tanya Yuda di balik telepon itu.
"Sayang, aku suntuk dan sepi sekali ayo kita pergi jalan saja." Ucap Dian kepada Dian. "
"Hm... aku sedang malas untuk pergi jadi aku mau di Apartemen saja, kalau kau mau ke sini juga tidak apa-apa." Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu sangat tidak mood.
"Oooo iya bagaimana pun kejadian yang sudah di lakukan saat ini pun akan berjalan dengan lancar saja, di dalam kehidupan yang nyata akan berjuang untuk melakukan yang terbaik satu sama lainnya di sisi lain pun kejadian yang terbaik, aku akan segera ke sana, tunggu aku untuk menemuimu di sana, jangan ke mana mana lagi." Ucap Dian kepada Yuda yang saat itu terlihat begitu bahagia.
"Oke baiklah kalau begitu, aku akan menunggu di sini. Dian nanti perginya hati-hati ya, aku tidak mau kau kenapa-kenapa." Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu masih tidak mau berpikir untuk mendapat kan yang terbaik. Lalu dia mematikan ponselnya dan dia tidak tahu harus melakukan apa pun kejadian yang sudah terjadi satu sama lainnya lagi, di sisi lain pun juga ada sebuah yang terjadi membuat Yuda mengajak Dian.
Dian bersiap-siap untuk segera mengunjungi Dian, ini pertama kalinya dia di izinkan untuk pergi ke Apartemennya yang begitu mewah dan sesuka hatiku mau melakukan apa pun itu kejadian diri ini semakin mendalam.
Sesampainya Dian berada di depan pintu Apartemen Dian, wanita tersebut langsung di persilahkan masuk oleh Yuda kekasihnya, dengan wajah yang murung dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi saat ini juga, di dalam hati Dian bingung memandangi wajah orang yang dia sayang begitu murung.
"Sayang, aku membawakan makanan untuk kita santap besok dan di sisi lain pun kejadian ini menjadi satu sama lainnya." Ucap Dian sambil menyodorkan makanan kepada Yuda yang saat itu masih bingung harus bagaimana lagi.
"Hm... kau makan saja dulu, nanti aku akan menyusul aku sekarang masih tidak mau makan menurut aku sekarang ini kau yang butuh makan jangan khawatirkan aku untuk menyantap makanan yang akan di buat dirinya." Ucap Yuda kepada Dian sambil tersenyum manis.
Dian menganggukan kepalanya dan dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi jika semuanya bisa diandalkan satu sama lainnya di hadapan semua orang dirinya menjadi satu sama lainnya di hadapan semua orang kehidupan diri ini menjadi satu hal yang terbaik satu sama lainnya oleh Dian.
"Sayang, kau baik baik saja kan? aku lihat dari tadi kau murung saja, dan aku bingung melihat kau begitu terus memandangi aku sampai aku tidak tahu harus berkata apa lagi di sisi lain pun keadaan ini menjadi tidak baik jika kau memasangkan wajah yang membuat aku bingung dan tidak bisa melakukan apa pun kejadian diri ini menjadi ragu satu sama lainnya di hadapan diri ini menjadi satu diri ini menjadi nyata saja." Ucap Dian langsung tertunduk di hadapan Yuda yang tidak tahu harus mengatakan diri ini semakin mendalam saja satu sama lain lagi.
Yuda merasa khawatir jika melihat kekasihnya tahu apa yang sekarang dia derita dan dia tidak tahu bagaimana lagi menghadapinya, dia berusaha untuk menjadi Dian yang terlihat tegar saja.
"Sayang, maaf aku tidak bermaksud begitu sayang, di sisi lain pun kejadian yang aku alami tidak ada permasalahan yang membuat diri menjadi satu sama lainnya. Di dalam keadaan sekarang kau yang begitu berarti di dalam hidupku dan tidak ada yang pantas di hadapi satu sama lainnya lagi, begitu hati ini menjadi semakin tidak berarti lagi di dalam kehidupan nyata satu sama lainnya di dalam kejadian yang ada."
Ucap Yuda kepada Dian yang saat itu masih saja tertunduk.