Alvin yang memang tidak menyadari, sedikit kaget saat ia melihat sang tawanan yang tengah terkapar kesakitan dengan balok kayu berada tidak jauh darinya. Setelah berhasil menyimpulkan, ia pun tersenyum miring. "Apa lo pikir gue sebodoh itu, Tuan Nyopon yang terhormat? Manager perusahaan DITYA CORP yang sudah berkhianat dengan membocorkan semua aset perusahaan?" tanya Rio dengan senyum remehnya. "Wow! Ternyata ada tikus yang mau melarikan diri!" seru Alvin sambil bertepuk tangan. Dari awal, Rio memang menyadari jika ikatan di tangan Nyopon mulai mengendor, tapi ia tetap bersikap biasa saja. Ia ingin tahu sejauh mana kemampuan Nyopon dalam melarikan diri darinya. "Perlu acungan jempol buat kenekatan lo?" Rio menunduk, menyamakan kedudukannya dengan Nyopon yang kini tengah terduduk kesak

