Flashback

963 Words

"Saya bilang tidak menerima tamu, jadi jangan masukkan siapa pun ke ruangan saya. MENGERTI?!" gertak Hanif kepada sekretarisnya untuk ke sekian kalinya. "Baik, Pak! Saya mengerti." Hanif menghela napas setelah menutup sambungan telepon dari sekretarisnya. Diurutnya kening yang terasa pusing memikirkan semua kejadian yang menimpanya secara tiba-tiba. Sang anak yang hilang karena sahabat lamanya, Mark. "b******k kamu Mark! Apalagi yang kamu mau dari aku setelah kamu memisahkanku dengan anak dan istriku!" geram Hanif. "Dasar psychopath," umpat Hanif pelan. Tak juga menemukan titik terang dengan masalahnya, Hanif memilih memejamkan mata karena sejak semalam ia tak bisa tidur, terus memikirkan Ify yang entah berada di mana. Semalam setelah api berhasil dipadamkan, tim SAR segera mengevak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD