Seorang pria paruh baya tampak terpekur di ruang keluarga. Penampilannya tak lagi mencerminkan seorang pengusaha ternama. Matanya yang cekung dan juga rambut yang berantakan cukup menandakan kondisi yang tidak baik-baik saja. "Kamu di mana Sayang?" Ucapnya sambil mengusap foto seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang tengah tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang putih. "Maafin ayah yang tidak bisa menjaga kamu, Nak. Kamu anak ayah yang paling kuat, ayah yakin kamu bisa pulang. Pulanglah, Nak! Ayah merindukanmu." "Ayah sudah kehilangan dua orang yang begitu berarti buat ayah, apa ayah harus kehilangan kamu juga? Tidak! Ayah tidak akan membiarkan itu terjadi. Tidak akan! Tunggulah Sayang, ayah akan mencarimu meski sampai ke ujung dunia sekali pun!" tekat sang ayah membara.

