Ify mengerjapkan matanya, badannya terasa kaku dan sakit. Setelah kesadarannya pulih, ia akhirnya sadar jika ia tengah disekap. Tangan dan kakinya diikat dengan kuat di kursi yang ia duduki. Ify sedikit menggelengkan kepalannya karena leher yang terasa pegal dan sakit. "Gue di mana sih?" Ify mengedarkan pandangannya, berusaha mendapatkan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melepaskan diri. Suasana di ruangan sangat gelap sehingga menyulitkan Ify untuk melihat sekitar. Samar-samar Ify melihat botol yang tidak jauh dari tempatnya. Dengan hati-hati dan terlatih Ify berjalan sambil menahan kursinya agar tidak menimbulkan suara. Bukan hal yang sulit karena Ify sudah terlatih untuk kondisi seperti ini. Dengan pelan ia menendang botol itu hingga pecah. PYARRR!! "Siapa itu?" Suara penjag

