Nemu Majikan Di Malaysia 2

1311 Words
"Sayang bilang saya sudah pergi ke kantor lagi ya." kata Afgan berbisik pada Titah. ** [Kanjeng ibu : Haiya..!!, jangan bilang Afgan sudah pergi kekantor ya tah, itu di sampingmu siapa?] tanya kanjeng ibu yang mengetahui Afgan ada di rumah. [Titah : Hehe..] Titah hanya tertawa. [Kanjeng ibu : Kasih telepon rumahmu pada Afgan sekarang..] pinta kanjeng ibu. [Titah : Iya bu, tunggu sebentar ya.] kata Titah patuh. ** "Ini mas Afgan." kata Titah yang memberikan telepon rumah pada Afgan. "Ha.., kenapa sayang?" tanya Afgan yang diberikan telepon rumah oleh Titah. "Kanjeng ibu tau kalau mas Afgan masih berada di rumah dan juga kanjeng ibu tetap ingin berbicara dengan mas Afgan." jawab Titah yang memberikan telepon rumah pada Afgan. "Untung pakai blangkon." kata Kaamil. "Ya sudah sekarang sungkem terlebih dahulu pada kanjeng ibu." ** [Afgan : Assalamu'alaikum kanjeng ibu.] [Kanjeng ibu : Wa'alaikumussalam Afgan.] kanjeng ibu menjawab salam dari Afgan. [Kanjeng ibu : Jadi seperti ini Afgan..] kata kanjeng ibu yang akan me jelaskan sesuatu pada Afgan dan dipotong perkataannya oleh Afgan. [Afgan : Saya sudah paham kanjeng ibu, kanjeng ibu dan kanjeng romo ingin pindah ke Malaysia dan tinggal juga di Malaysia kan?] tanya Afgan yang memotong perkataan kanjeng ibu, ketika kanjeng ibu ingin membicarakan sesuatu dengan Afgan. [Kanjeng ibu : Iya benar, bagus kalau kamu sudah mengerti, jadi bagaimana boleh kan kanjeng ibu dan juga kanjeng romo tinggal di sana?] tanya kanjeng ibu. [Afgan : Kalau Afgan sih tidak keberatan dan boleh-boleh saja kanjeng ibu dan kanjeng romo tinggal disini, tapi ada kendalanya kanjeng ibu.] jawab Afgan yang beralasan pada kanjeng ibu. [Kanjeng ibu : Apa kendalanya Afgan Syah Reza, apa coba saya mau tau apa kendalanya?] [Afgan : Saya belum siapkan kamar untuk kanjeng ibu dan kanjeng romo.] jawab Afgan yang masih beralasan pada kanjeng ibu. [Kanjeng ibu : Oh begitu ya sudah kalau begitu, berikan telepon rumahmu pada istrimu sekarang.] [Afgan : Inggih kanjeng ibu, tunggu sebentar.] [Kanjeng ibu : Em..] **, "Huh hampir saja." kata Afgan menghela nafasnya. "Minum dulu pi, ini airnya." kata Kaamil memberikan air minum pada Afgan. "Oke mil, terimakasih ya." "Sama-sama papi." "Oh ya mi, ini papi kembalikan lagi ke mami." kata Afgan yang memberikan telepon rumah pada Titah lagi. "Loh kok mas Afgan kasih ke Titah lagi sih telepon rumahnya?" tanya Titah yang diberikan telepon rumah oleh Afgan. "Iya kanjeng ibu mau ngomong sama kamu lagi sayang." jawab Afgan yang memberikan telepon rumah pada Titah lagi. "Oh gitu, ya sudah deh." kata Titah yang menerima telepon rumah dari Afgan. ** [Titah : Assalamu'alaikum bu.] [Kanjeng ibu : Wa'alaikumussalam nduk.] [Titah : Pokoknya ibu sudah bilang pada Afgan ya nak, oh ya satu lagi tolong kamu sampaikan pada suamimu, Afgan Syah Reza, ibu dan ayahmu akan tetap ke sana, sudah siap atau belum siap kamarnya.] [Titah : Iya bu nanti Titah sampaikan ke mas Afgan.] [Kanjeng ibu : Assalamu'alaikum.] [Titah : Wa'alaikumussalam bu.] ** "Kanjeng eyang uti ngomong apa lagi mi?" tanya Kaamil. "Kanjeng eyang uti bilang kalau kanjeng eyang uti tetap akan ke Malaysia, kamarnya sudah siap atau belum siap, gitu, mas Afgan.." jawab Titah dan Titah memanggil Afgan. "Iya sayang, Oke nanti kita bicarakan lagi ya di mobil ketika kita ingin berbelanja di mall, anak-anak ayo dimakan makan siangnya." kata Afgan yang mencari alasan. "Oh Oke.." sorak Titah, Citra dan Kaamil. Beberapa menit kemudian.. "Alhamdulillah." Afgan, Titah, Kaamil, dan Citra mengucap syukur dan bertanda sudah selesai makan siang. "Kalian berdua siap-siap gih, kita kan mau pergi ke mall." pinta Titah. "Oke mi.." sorak Kaamil dan Citra. "Oh ya pi, kita tunggu anak-anak di mobil saja yuk, sekalian ada yang ingin Titah bahas." "Oke mi, tapi mami saja yang duluan ke depan, papi mau ambil kunci mobil di kamar." "Oke.." seru Titah. "Mas Afgan.." Titah memanggil Afgan yang sudah menunggu di dalam mobil. "Iya sayang yuk kita berangkat sekarang." Afgan keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil lalu kemudian Afgan mulai melajukan mobilnya. "Ya kan mas Afgan tau sendiri wataknya kanjeng ibu seperti apa, kalau sudah punya keinginan ya sudah harus, misalkan kanjeng ibu minta A ya sudah A saja, tidak ada B, C dan seterusnya." kata Titah menjelaskannya pada Afgan. "Iya sayang, mas Afgan tau wataknya kanjeng ibu seperti apa." sambung Afgan. "Okay, then stop here my husband." kata Titah yang minta Afgan untuk menghentikan mobilnya. "Ha.. Stops, how come it stops my wife?" tanya Afgan. "Yes if I say stop just stop my husband." jawab Titah. "Okay, okay, I stopped now." kata Afgan yang menghentikan mobilnya. "Well, how come, let's go down from the car." kata Titah yang meminta anak-anak nya untuk turun dari mobil. "How come we are told to get out of the car, it hasn't been up to mall mami?" tanya Afgan Junior. "Not until the mall is how it is, now you are trying to see it, we have arrived at the mall, yes now my husband parked his car, me and the kids are waiting at the lobby mall, and don't discuss the mother here, later at home we discussed again." jawab Titah. "Hehe.." Afgan, Kaamil, Citra dan Afgan Junior hanya tertawa. "Oke sayang, anak-anak turun dari mobil papi mau parkir mobil." pinta Afgan. "Oke.." sorak Kaamil, Afgan Junior dan Citra. Disaat Afgan ingin kembali ke lobby mall tiba-tiba saja dompet Afgan di copet dan Afgan di tolong oleh Paijo. Paijo menceritakan semuanya pada Afgan tujuan dia ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Afgan akhirnya memberikan pekerjaan pada Paijo kebetulan Afgan belum mempunyai ART di rumahnya. "Dompet ku, woi.. Copet.." teriak Afgan. "Ha.. Copet, saya harus membantunya." kata Paijo yang melihat Afgan mengejar pencopet. Bukkk.. Plakkk.. Bukkk.. Paijo memukul pencopet yang merampas dompet milik Afgan. Lalu kemudian Paijo mengembalikan dompet tersebut pada Afgan. "Maaf pak ini dompetnya." kata Paijo memberikan dompet milik Afgan pada Afgan. "Terimakasih mas.." kata Afgan. "Iya sama-sama." sambung Paijo. "Mas tunggu sebentar." kata Afgan yang mencegah Paijo pergi dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya. "Ini ada sedikit untuk mas nya, mohon di terima ya mas." kata Afgan memberikan beberapa lembar uang pada Paijo. "Waduh maaf pak tidak usah, saya ikhlas menolong bapak heh." tolak Paijo, tapi uang yang diberikan oleh Afgan tetap Paijo ambil. "Tidak apa-apa ambil saja. Em.. Maaf mas itu di map coklat apa ya?" tanya Afgan penasaran. "Ini pak, surat lamaran pekerjaan saya pak." jawab Paijo. "Boleh saya lihat?" "Oh tentu saja boleh pak." Sementara itu istri dan anak-anak nya masih menunggu Afgan di lobby mall. "Duh papi mana sih mi. Kok lama banget sih?" tanya Citra. "Iya ya lama sekali. Mami juga tidak tau Citra." "Junior telepon papi ya mi." kata Afgan Junior. "Iya. Nanti kalau di angkat sama papi bilang kita sudah di dalam mall ya suruh papi nyusul. Yuk yang lain masuk ke dalam." kata Titah. "Oke mi.." seru Afgan Junior. ** [Afgan Junior : Assalamu'alaikum.] [Afgan : Wa'alaikumussalam, iya kenapa Junior?] [Afgan Junior : Kita sudah di dalam mall ya pi. Tadi kata mami papi di suruh nyusul saja ke dalam.] [Afgan : Iya nanti papi nyusul.] [Afgan Junior : Ya sudah ya pi, assalamu'alaikum] [Afgan : Iya wa'alaikumussalam Junior.] Nut.. Nut.. Nut.. Sambungan telepon terputus. Lalu Afgan fokus untuk melihat surat lamaran yang melihat pengalaman Paijo sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) selama lima tahun. "Oh ternyata kamu sudah lumayan lama ya jadi ART." kata Afgan yang melihat pengalaman kerja Paijo sebagai ART di surat lamaran kerja Paijo. "Alhamdulillah pak." kata Paijo. "Kebetulan di rumah saya belum ada ART dan juga istri saya juga minta dicarikan ART. Jadi kamu saya terima bekerja di rumah saya sebagai ART." kata Afgan yang menerima Paijo bekerja di rumahnya. "Alhamdulillah. Terimakasih pak." Paijo senang akhirnya mendapatkan pekerjaan di Malaysia. "Iya sama-sama, ya sudah yuk sekarang kamu ikut saya ke dalam mall, dan ketemu istri dan anak-anak saya sekalian mereka mengenal kamu dan kamu mengenal istri dan anak-anak saya juga." ajak Afgan. "Iya pak." jawab Paijo.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD