“Ka, makan dulu yuk,” Satu minggu berlalu semenjak Anika kehilangan janinnya. Anika mengalami keguguran karena janin Anika memilih menyerah dan meninggalkan Anika. Anika pun menjalani proses kuretase setelah dokter memberikan ketukan final bahwa janin yang Anika kandung sudah tidak memiliki detak jantung. Anika hancur dan semangat hidupnya seolah lenyap dibawa oleh janin yang pergi meninggalkan dirinya. Anika tidak menyangka kalau ada duka lain yang masih menyelimuti dirinya. Anika kini hidup bagaikan mayat hidup karena terpukul dengan kehilangannya kali ini. Devano, Diandra, Angkasa dan Anggita terus berada disisi Anika. Anggota keluarga Anika tidak pernah membiarkan Anika sendiri. Mulai dari saat Anika berada dirumah sakit sampai An

