Dering ponsel itu sangat mengganggu konsentrasi Al. Disana tertera nama Kak ❤️ is calling
"Huh siapa dia? Jangan-jangan dia sudah punya pacar. Tapi gadis lugu kaya dia masa punya pacar." batin Al
"Udahlah lebih baik saya angkat saja dari pada bikin berisik." gumam Al
"Halo..... Kiara kamu bikin kakak khawatir deh. Kamu ga ada apa-apa kan? Kakak ga bisa tidur ga ada kabar dari kamu sayang." cerocos Keenan
"Kiara nya lagi tidur." balas Al datar
"Woy siapa Lu? Gue samperin juga sekarang ya! Jangan apa-apain kesayangan gue! Keenan penuh emosi
"Bahkan kita sudah melakukan lebih selayaknya suami istri." Al berucap dengan nada datar dan muka angkuhnya
walaupun Keenan ga bisa liat tuh muka songong dan bangga nya si Al ??
"Anjir Lu siapa? Berani-beraninya nyentuh adek gue!" seru Keenan
Al mematikan telfon milik Kiara. Ia malas berdebat dengan kakaknya Kiara. Yahhh dari informan yang dia sewa bahwa Keenan akan melakukan apapun demi Kiara. Ada yang menyakiti Kiara seujung jari pun tidak akan diampuni.
"Ternyata dia kakaknya si Kiara. Kenapa saya malah buka kartu secara tidak langsung. Ahhhh sial." Sesal Al
Sedangkan di sebrang sana Keenan sudah emosi membanting setiap barang yang ada didekatnya. Dia merasa gagal menjaga Kiara.
"Sial siapa laki-laki yang udah menghancurkan Kiara. Gue gak akan biarin dia hidup tenang!" geram Keenan
Keenan langsung memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki keberadaan sang adik. Selama menunggu informasi dari bawahannya dia dikejutkan dengan kedatangan papa nya.
"Apa perusahaan ini akan maju dengan kamu leha- leha seperti ini Keenan!" tegur Papa Pram dengan muka angkuhnya
"Mau apa anda kesini?" tanya Keenan tak kalah sengit
"Tentu saja memantau kerajaanmu. Oh iya, kenapa kau tidak menerima tawaran tuan Arseno?" tanya Papa Pram
"Menerima tawarannya sama dengan menjual adikku tentu saja aku tidak akan pernah mau! Dan camkan ini tuan Pramudyatama Adikku bukan barang dan dia tak ternilai harganya dibanding proyek yang kau inginkan itu!" ucap Keenan penuh emosi sampai urat urat lehernya keluar
Sebelum tuan Pramudyatama membalas ucapan Keenan dering telfon memecahkan perdebatan mereka. Yah, Aldo orang kepercayaan Keenan itu yang menelfon.
"Ya Halo gimana?" tanya Keenan to the point
"Tuan laki-laki tersebut adalah dosen non Kiara dan sekarang mereka satu penginapan. Dia Alvaro Prasetya saingan tuan di dunia bisnis."
"Sialan jadi benar yang dikatakan laki-laki itu.Bedebah kenapa dia mengincar adikku." geram Keenan
"Rombongan kampus sudah kembali ke kampus sejak setengah jam lalu. Sekarang saya lihat mobil Alvaro membawa Non Kiara pergi tapi nampaknya Non Kiara tertidur." jelas Aldo
"Kamu ikuti mereka. Sepertinya Alvaro sudah mengetahui keberadaanmu. Berhati-hatilah dan pastikan keselamatan Kiara dan saya akan kesana sekarang." terang Keenan
"Baik Tuan." putuskan Aldo mengakhiri telfon
"Sudah selesai bukan anda disini? Saya harus pergi." usir Keenan membukakan pintu untuk papa nya.
Jahat memang sikap Keenan tapi ia selalu berfikir bahwa lebih jahat perlakuan papa nya terhadap Kiara.
"Kamu pergi berarti kamu akan kehilangan jabatan mu! ancam Papa Pram
"Silahkan saya masih bisa menghidupi diri saya dan adik saya dengan uang saya sendiri. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan kebahagiaan dan keselamatan adik saya. Ia adalah harta terakhir yang mama saya tinggalkan dan harus saya jaga." tegas Keenan
"Dia bukan harta tapi dia petaka!" seru Papa Pram
"Persetan dengan anda! Mama pasti sedih selama ini karena suami tercintanya tak mau mengakui anak yang didambakan Mama sejak dulu." balas Keenan sengit
Tuan Pramudyatama tak bisa berkata apapun. Ia ingin mendekat tapi benteng yang sudah ia bangun sejak dulu. Rasanya ingin merobohkan benteng itu sangat tidak mungkin.
Keenan langsung meninggalkan ruangan tersebut dan bertolak ke Jogja untuk menemui adiknya. Ia akan menyelesaikan masalah ini sendiri pasalnya Brahma sekarang sedang di rumah sakit menemani istrinya yang akan melahirkan.
***
Kiara masih tertidur dengan pulas sedangkan Al harus segera pergi karena dia akan ada meeting. Katakan dia jahat setelah meniduri seorang gadis malah pergi meeting.
Dia tadi sudah menelfon Josh orang kepercayaannya untuk menjemputnya dan mengurus seluruh barangnya.
tok tok tok
"Permisi Tuan." ucap Josh
"Bagus kau sudah datang Josh. Kau bawa barang-barang ku dan gadis ini." ucap Al
"Baik Tuan."
"Siapa gadis itu kenapa tuan bisa bersamanya? terlebih gadis ini memakai hijab." batin Josh
Al langsung membopong Kiara ala bridal style. Sungguh membagongkan seorang Alvaro mau menggendong seorang gadis yang bahkan baru dikenalnya.
Selama perjalanan Kiara nampak pulas tidur di kursi belakang. Sesekali ia terpantuk ke arah Alvaro yang berada disampingnya tapi tak mengusik tidurnya.
"Gadis ini bisa menjadi kartu as buatku. Ku pastikan benihku tumbuh di rahimnya dan mama tak akan merecoki hidupku lagi." gumam Al
Perjalanan terus berlanjut. Tanpa diduga semesta layaknya mendukung hubungan mereka berdua. Kiara dan Al tertidur dengan saling bersender satu sama lain.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka sampai di gedung elit di kota ini.
"Sial, mereka berdua tertidur. Bisa habis gue kalo ngebangunin bos." batin Josh
Josh lebih memilih menunggu dua sejoli itu bangun. Sudah dua puluh menit Josh menunggu tapi tidak ada tanda-tanda mereka akan bangun.
"Eeuugghh....Gila pegel banget badan Ara. Sampe kost harus ke tempat spa." gumam Kiara yang masi setengah sadar
Josh yang mendengar lenguhan itu langsung menengok kebelakang.
"Maaf kita sudah sampai, Nona."
"Si siapa kamu?" tanya Ara tampak belum sepenuhnya siuman
"Saya anak buah Tuan Alvaro. Hhhmm bisa minta tolong bangunkan tuan? Saya tidak berani membangunkannya, Nona."
"Hhuuuhh menyusahkan sekali laki-laki menyebalkan ini." gerutu Ara
Ara mengumpulkan seluruh tenaganya. Ia akan membangunkan Al tapi dengan caranya sendiri. Tidak akan dia membangunkan Al dengan cara halus bak putri menye menye.
"Woy bangun woy bangun bangun." teriak Ara tepat ditelinga Al ditambah pukulan dilengan Al
*mengsedih nasib mu Tuan Alvaro
Alvaro sebenarnya sudah bangun. Lagian siapa sih yang gak bakal bangun kalau ada toa masjid disamping telinga pas. Bisa bisa setelah ini dia mengalami hilang Indra pendengaran akibat suara cempreng Ara.
"Ni anak bar-bar juga ya. Sialan bisa budeg kuping gue kalo tiap hari ntar dibangunin model kek gini." batin Alvaro
"Sialan gak bangun bangun dia. Kayaknya perlu strategi selanjutnya nih."
Ara menampilkan senyum jailnya. Ia mengambil tangan Al lalu menggigit lengan Al.
"aagghh aagghh gila ya kamu gigit tangan saya!" teriak Alvaro menyentak tangannya dari pegangan Ara
"Heh bambang lu tuh yang gila! Tidur kok kaya mayat dibangunin susah banget." gerutu Ara
"Heh suka-suka saya kok kamu yang sewot sih."
"Dah lah gue mau pulang."
"Siapa yang ngijinin kamu pulang? Mulai sekarang kamu tinggal Sam saya disini."
"Wait wait gak bisa dong siapa lu suruh suruh gue tinggal seatap sama lu!"
"Saya calon suami kamu dan kamu gak akan bisa pergi dari saya karena kamu sudah masuk di kehidupan saya."
"Dengar ya bapak Alvaro terhormat saya tidak akan mau dan tidak akan pernah menjadi istri anda. Dan satu lagi saya tarik ucapan saya untuk meminta tanggung jawab, anggap semalam adalah kesalahan dan lupakan kejadian semalam seolah tidak ada apa-apa."
Sebelum Alvaro menjawab terdengar ketukan dari luar.
"Maaf mengganggu, Tuan. Saya ingin menjemput Nona Ara karena sudah ditunggu oleh Kakaknya."
"Aahhhh Peter kamu yang menjemputku. Ayo cepat ajak aku pulang." Seru Ara penuh bahagia
"Dia tidak akan pulang." desis Alvaro menahan marah
"Anda tidak berhak menahan Nona Ara karena yang berhak atas Nona Ara adalah keluarganya."
"Huh. Sial, kenapa keluarganya bisa menemukan dia secepat ini. Baiklah sebaiknya aku turuti permintaan mereka nanti akan aku pikirkan strategi selanjutnya." batin Alvaro
"Baiklah silahkan bawa dia. Josh buka pintunya."
"Ba baik, Tuan."
Ara pun keluar dari mobil langsung memeluk Peter. Perlu kalian tahu Peter sudah seperti kakak untuk Ara karna dia yang selalu menemani Ara kemanapun dan dimanapun. Tapi sayang semalam Ara tidak mau dikawal dan hanya mau dijemput saat kegiatan selesai.
"Kamu ngapain peluk-peluk dia?"
"Suka suka saya lah."
Si Al bakal ngelakuin apa ya???