Bab. 90

1264 Words

Semuanya sudah berkumpul ruang studio di apartemen, termasuk Hadi dan Manda. Ben dan kawan-kawannya merencanakan bagaimana tindakan mereka selanjutnya. “Akhirnya kau datang juga, Kawan,” kata Ben, “sekarang kita berbagi tugas.” Ditatapnya wajah-wajah penuh semangat di ruangan itu. Apartemen yang Ben sewa cukup luas, bertingkat, dan nyaman ditempati. Ben meminta agar kawan-kawannya tetap menjaga rahasia apartemen yang mereka jadikan base camp tersebut agar terhindar dari serangan lawan atau hal lainnya. Pertama dimulai dari Hadi yang akan mengadakan pertemuan dengan Kamelia nanti malam tepat pukul delapan malam di Club seperti biasa, ia telah membawa sejumlah uang untuk disetorkan. “Jadi, nama gadis itu Kamelia?” tanya Manda, terkejut. “Ya, Kamelia. Kamu pikir siapa?” Hadi mengangkat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD